Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Contingency Theory Perspectives in Behavioral Accounting Research: A Systematic Literature Review on Uncertainty, Control Systems, and Managerial Performance Ryanti Destari; Putri Rahma Namira; Quincy Anwary Alie Arafah; Niar Azriya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7963

Abstract

Riset akuntansi perilaku (behavioral accounting research) terus mengalami perkembangan yang signifikan, khususnya dalam penerapan contingency theory sebagai kerangka analitis untuk memahami efektivitas sistem pengendalian manajemen di tengah dinamika ketidakpastian lingkungan. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai bagaimana Management Control Systems (MCS) berfungsi sebagai mekanisme adaptif dalam memitigasi dampak negatif ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja manajerial. Dengan fokus pada perspektif akuntansi keperilakuan, tinjauan ini mengeksplorasi peran kognisi dan motivasi manajer dalam merespons desain kontrol yang berbeda.. Penelusuran dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2021 hingga 2025, menghasilkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Sintesis tematik menunjukkan bahwa efektivitas MCS tidak bersifat universal, melainkan sangat ditentukan oleh keselarasan kontekstual antara karakteristik lingkungan dan rancangan sistem yang diterapkan. Perceived environmental uncertainty (PEU) terbukti memainkan peran moderasi yang kompleks dan nonlinier dalam hubungan antara kapabilitas analitik, sistem pengendalian, dan kinerja organisasi. Variabel perilaku manajerial seperti kepercayaan diri, diskresi, dan kapabilitas adaptif turut berkontribusi sebagai faktor kontingensi yang menentukan. Kesenjangan riset yang teridentifikasi meliputi keterbatasan konteks industri, minimnya pendekatan longitudinal, serta kurangnya eksplorasi terhadap variabel psikologis mendalam dan peran transformasi digital sebagai faktor kontingensi baru.