Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan dalam Islam: Analisis Gender dan Penafsiran Keagamaan Aisyah Nurul Santi; Rustam Ibrahim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.991

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepemimpinan perempuan dalam Islam melalui pendekatan analisis gender dan penafsiran keagamaan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perbedaan pandangan mengenai legitimasi kepemimpinan perempuan dalam masyarakat Muslim yang berakar pada beragam interpretasi terhadap Al-Qur’an dan hadis. Sebagian kalangan berpendapat bahwa kepemimpinan perempuan dibatasi oleh ketentuan keagamaan tertentu, sedangkan kalangan lainnya menekankan bahwa Islam memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan berdasarkan prinsip keadilan, kompetensi, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan perempuan dalam Islam, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan penafsiran, serta menjelaskan relevansi berbagai pandangan tersebut dalam konteks masyarakat kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis serta sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan gender dan kepemimpinan dalam Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan perempuan tidak hanya dipengaruhi oleh teks keagamaan, tetapi juga oleh konteks sosial, budaya, dan historis yang melatarbelakangi proses penafsiran. Penafsiran tradisional cenderung membatasi ruang kepemimpinan perempuan, sedangkan pendekatan kontemporer lebih menekankan nilai keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam pada dasarnya ditentukan oleh kapasitas, integritas, dan tanggung jawab individu, bukan semata-mata oleh jenis kelamin, sehingga perempuan memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan di berbagai bidang kehidupan.
Implementasi Sistem Penilaian Autentik dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fikih di Kelas 3 SDIT AL-ANNIS Kartasura Aisyah Nurul Santi; Aji Joko
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi sistem penilaian autentik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih di kelas 3 SDIT Al Annis Kartasura. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif , riset ini mengintegrasikan kajian lapangan dengan pendekatan Literature Review (LR) terhadap 20 jurnal rujukan bereputasi terakreditasi untuk memetakan dinamika evaluasi keagamaan. Berdasarkan hasil telaah saksama, ditemukan adanya research gap atau kesenjangan penelitian terdahulu yang mayoritas masih berfokus pada problematika administratif makro atau kurikulum nasional secara umum tanpa menyentuh kekhasan ekosistem Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang memiliki beban muatan keagamaan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penilaian autentik di SDIT Al Annis Kartasura berhasil menjawab kesenjangan tersebut melalui formula ”Simplifikasi Rubrik Kontekstual”. Melalui integrasi indikator performa kognitif hukum Islam langsung ke dalam program pembiasaan ibadah harian (habituation) peserta didik , strategi ini terbukti memotong beban waktu kerja administratif guru yang selama ini menjadi hambatan utama dalam riset-riset terdahulu. Secara teoretis, keterbacaan indikator mikro yang terukur mampu meminimalkan celah disparitas nilai sekaligus mendongkrak objektivitas danketuntasan psikomotorik ibadah praktis siswa secara organik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa restrukturisasi instrumen penilaian dari sekadar assessment of learning menjadi assessment for learning mampu merekonstruksi orientasi pembelajaran Fikih dari hafalan tekstual menjadi kebermaknaan fungsional-kontekstual yang mendukung ketercapaian mutu internal lembaga pendidikan Islam terpadu.