Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal complaints and its risk increases in patients with neurological disorders such as ischemic stroke. This case study aimed to analyze the management of a patient with low back pain accompanied by ischemic stroke and hypokalemia, focusing on clinical and pharmaceutical aspects. The method used was a descriptive case study of Mrs. A, a 52-year-old female patient treated at the Neurology Ward of Dr. Drs. Moh. Hatta Brain Hospital, Bukittinggi, with data obtained from medical records, physical and laboratory examinations, and daily therapy monitoring. The results showed lumbar degenerative changes on radiography, severe hypokalemia with a serum potassium of 1.9 mmol/L, and dyslipidemia. Therapy using gabapentin, eperisone, ketorolac, and potassium supplementation successfully reduced the pain score from 3 to 0 and corrected potassium to 4.7 mmol/L. Pharmaceutical evaluation identified a Drug Related Problems (DRPs) in the form of the need for additional secondary stroke prevention therapy (antiplatelet and statin) that had not been administered. The implication of this study emphasizes the important role of pharmacists in identifying drug related problems and optimizing rational, safe, and effective therapy to improve the patient's quality of life. Abstrak. Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai dan risikonya meningkat pada pasien dengan gangguan neurologis seperti stroke iskemik. Studi kasus ini bertujuan menganalisis penatalaksanaan pasien low back pain dengan penyakit penyerta stroke iskemik dan hipokalemia berdasarkan aspek klinis dan farmasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap Ny. A, pasien perempuan berusia 52 tahun yang dirawat di Bangsal Neurologi Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Moh. Hatta Bukittinggi, dengan data yang diperoleh dari rekam medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, serta pemantauan terapi harian. Hasil menunjukkan adanya perubahan degeneratif lumbal pada radiografi, hipokalemia berat dengan kalium serum 1,9 mmol/L, serta dislipidemia. Terapi menggunakan gabapentin, eperison, ketorolak, dan suplementasi kalium berhasil menurunkan skala nyeri dari 3 menjadi 0 dan mengoreksi kalium menjadi 4,7 mmol/L. Evaluasi kefarmasian menemukan adanya Drug Related Problems (DRPs) berupa kebutuhan terapi tambahan pencegahan sekunder stroke (antiplatelet dan statin) yang belum diberikan. Implikasi studi ini menekankan peran penting apoteker dalam mengidentifikasi drug related problems (DRPs) dan mengoptimalkan terapi yang rasional, aman, dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.