Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Komunikasi Pimpinan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada Perum DAMRI Kantor Cabang Biak Eki Immanuel Tonapa; Rahma Agustiani
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 2 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pimpinan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja karyawan di suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pimpinan dalam meningkatkan kinerja karyawan pada Perum DAMRI Kantor Cabang Biak, khususnya pada bidang usaha/teknik yang mencakup pengemudi dan mekanik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan (General Manager, Manager Usaha/Teknik, mekanik, dan pengemudi), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pimpinan dari John Robert Lewis (2018) yang mencakup sepuluh indikator: kejelasan pesan, keterbukaan dan transparansi, kemampuan mendengarkan, empati dalam komunikasi, kemampuan beradaptasi, konsistensi, kemampuan memotivasi, keterlibatan, ketepatan waktu, dan kemampuan membangun hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan Perum DAMRI Kantor Cabang Biak telah menerapkan kesepuluh indikator tersebut dengan baik, yang berdampak pada peningkatan kinerja karyawan. Penggunaan media sosial (WhatsApp) dan papan mading harian membantu kejelasan pesan. Keterbukaan dan transparansi diterapkan melalui kebijakan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kemampuan mendengarkan diwujudkan melalui respons cepat terhadap keluhan karyawan. Empati dan kemampuan beradaptasi ditunjukkan dengan pendekatan kekeluargaan tanpa membedakan suku, ras, dan agama. Konsistensi diterapkan melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tegas namun tetap mempertimbangkan kondisi daerah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi pimpinan yang efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Disarankan agar pimpinan terus meningkatkan fasilitas pendukung pekerjaan dan mempertahankan hubungan baik yang telah terjalin.
Strategi Komunikasi Organisasi Dalam Penyusunan Rencana Strategis Kerja Fredy Mulyono C. Wanma; Rahma Agustiani
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi organisasi yang diterapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Biak Numfor dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kerja periode 2024–2026. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis bagaimana proses komunikasi internal dan eksternal berlangsung dalam konteks perencanaan strategis organisasi pemerintah. Informan penelitian terdiri dari pimpinan dan pegawai yang terlibat langsung dalam penyusunan Renstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi di Diskominfo Biak Numfor mengacu pada model komunikasi Harold D. Lasswell yang mencakup lima komponen: komunikator (Dinas Kominfo sebagai sumber informasi), pesan (tugas, fungsi, struktur organisasi, kinerja pelayanan, tujuan, sasaran, dan indikator masalah), media (WhatsApp untuk koordinasi internal, aplikasi E-SAKIP, dan website biakkab.co.id), komunikan (Bagian ORTAL Setda dan Kemendagri), serta efek yang diharapkan (peningkatan layanan informasi publik dan tercapainya target RPJMD). Penerapan komunikasi organisasi meliputi komunikasi internal (vertikal, horizontal, dan informal) serta komunikasi eksternal (hubungan masyarakat dan media massa). Faktor pendukung meliputi koordinasi solid antar bidang, dukungan pimpinan, dan ketersediaan dokumen perencanaan daerah. Hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan SDM. Kesimpulannya, strategi komunikasi yang terencana dan terkoordinasi menjadi kunci keberhasilan penyusunan Renstra yang selaras dengan kebijakan daerah.
Peran Komunikasi Kepala Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Manbesak Distrik Biak Utara Samuel Nicolaus Ojaba; Rahma Agustiani
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi Kepala Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui PKH di Kampung Manbesak, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis mengacu pada faktor internal dan eksternal, meliputi keterampilan, motivasi, kepemimpinan, dukungan masyarakat, dukungan pemerintah, serta kondisi sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi kepala desa telah berjalan cukup baik, ditandai dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap PKH, meningkatnya partisipasi penerima manfaat, serta dampak positif pada aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sosialisasi di wilayah terpencil, kurangnya transparansi data penerima, serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme program. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi kepala desa berperan penting dalam keberhasilan PKH, terutama pada aspek sosialisasi, pendampingan, dan pengawasan.