Nissa Adithiya Irvianty
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran ChatGPT dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Publik Mahasiswa Nissa Adithiya Irvianty; Irwan Irwan
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 1 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ChatGPT dalam meningkatkan keterampilan komunikasi publik mahasiswa Ilmu Komunikasi di IISIP Yapis Biak. Keterampilan komunikasi publik menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan seperti kurangnya peluang latihan, kecemasan berbicara di depan umum, serta keterbatasan umpan balik yang konstruktif. Kehadiran kecerdasan buatan seperti ChatGPT menawarkan alternatif media latihan yang interaktif, fleksibel, dan bebas tekanan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa dari berbagai semester, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT berperan signifikan melalui dua indikator utama: pertama, memberikan pengalaman komunikasi simulatif (pseudo-interaction) melalui latihan tanya jawab, simulasi presentasi, dan umpan balik terhadap respons mahasiswa; kedua, mengembangkan kemampuan ekspresif, empatik, dan keterampilan berbicara melalui bantuan penyusunan kalimat yang sopan, formal, dan kontekstual untuk keperluan diskusi, presentasi, maupun komunikasi organisasi. Namun, penelitian juga menemukan risiko ketergantungan berlebihan yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT berperan sebagai mitra belajar yang adaptif dan reflektif, namun penggunaannya harus dilakukan secara bijak sebagai pendamping, bukan pengganti proses berpikir mandiri.