Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa di Indonesian Community Center Muar Malaysia Adistia Rahma Putri; Lilis Sumaryanti; Afitria Rizkiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3932

Abstract

Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar dalam berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar.  Pada jenjang ini, kemampuan membaca menjadi bagian dari kompetensi dasar yang diajarkan melalui berbagai mata pelajaran, terutama pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pengelola/guru, siswa dan dokumen dokumen yang dibimbing langsung oleh pengelola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan membaca permulaan dilakukan melalui teknik pengulangan suku kata identik atau yang biasa disebut dengan metode double. Strategi ini menggunakan alur yang terintegrasi yang dirancang mandiri untuk menyesuaikan karakteristik dari setiap siswa.  Efektivitas dari pembelajaran tetap dihadapkan dengan tantangan eksternal yang berasal dari latar belakang mereka. Kondisi ini menempatkan sekolah sebagai pusat belajar tunggal, dimana peran guru dan dedikasinya menjadi instrumen utama dalam menyeimbangkan minimnya dukungan di lingkungan keluarga demi menjaga keberlanjutan kemampuan membaca siswa. Rekomendasi pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menguji efektivitas metode double pada cakupan subjek yang lebih luas serta mengeksplorasi strategi kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk meminimalisir hambatan eksternal dalam pembelajaran membaca.
Internalisasi Nilai Agama Melalui Program Ta'lim Jumat dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Andrian Prasetyo; Fina Cahyati; Widya An Nur Rohmi; Eva Ruslindasari; Adistia Rahma Putri; Rivo Arkaan Nur Sayyidina
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): December | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v1i2.503

Abstract

This study investigates the implementation of Friday morning and afternoon ta'lim (religious instruction) programs at SMPN 1 Bandar, Pacitan Regency, driven by the critical need to fortify adolescent moral development against contemporary digital-era challenges. It specifically evaluates how these co-curricular activities reinforce students' learning achievements in Islamic Religious Education (PAI). Operating within a descriptive qualitative field research design, data were compiled through participant observations, semi-structured interviews, and student report-card documentation. Informants were selected via purposive sampling, consisting of the headmaster, PAI instructors, and student representatives. The empirical data were systematically processed using the Miles and Huberman interactive model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the structured Friday programs successfully expand the conventional classroom paradigm. The morning session delivers universal moral habituation, while the gender-segregated afternoon session optimizes practical jurisprudence (fiqh) and reproductive health literacy. Quantifiably, the program yields a comprehensive enhancement across three educational domains: cognitive progression evidenced by higher PAI report marks, psychomotor mastery shown through fluent Qur'anic recitation and accurate worship mechanics, and affective transformation manifested in heightened discipline and interpersonal courtesy. This study underscores that integrating structured non-formal religious activities into public school ecosystems serves as a highly predictable catalyst for holistic PAI academic achievement, provided that structural limitations such as constrained session duration are continuously moderated by collaborative faculty supervision.