Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGALAMAN SPIRITUAL MAHASANTRI PONDOK PESANTREN MAHASISWA PONOROGO Yusuf Hamdani Abdi; Afitria Rizkiana; Panuju Panuju
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 5, No 1: April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v5i1.1499

Abstract

Islamic boarding school is an Islamic Education institution that presents people of faith and pious. Islamic boarding schools have students who are referred to as santri. Students in Islamic boarding schools are mahasantri. One month educational change program at the Islamic Boarding School at Muhammadiayah University, Ponorogo. The general objective of this research is to describe the spiritual experiences of boarding school mahasantri students, the specific objectives for 1. finding the experiences of boarding school student spirituality. 2. The existence of mahasantri in Islamic boarding schools. 3. Supporting factors of student life in Islamic boarding schools. This research uses descriptive phenomenological design with in-depth interview method. The informants consisted of 2 male and 3 female students. The results of the study found facts during the boarding school changed vertical and horizontal spiritual experiences. Vertical spiritual experience is the experience of the Informant's relationship with the creator god. Horizontal spiritual experience represents the experience of interacting with the environment and people around. The informant's vertical experience of feeling of faith becomes more intensive. The horizontal spiritual experience of the informant doing various activities becomes more sincere because of Allah SWT. The meaning obtained from spiritual experience. Spiritual experiences convey a sense of satisfaction and happiness, self-confidence arises after successfully completing personal and other people's efforts. The following are life supporting factors in Islamic boarding schools, namely: (1) Mahasantri's visit to Islamic boarding school. (2) The benefits felt by students in boarding schools. The results of this study can help administrators of student boarding schools in understanding the needs of students.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa di Indonesian Community Center Muar Malaysia Adistia Rahma Putri; Lilis Sumaryanti; Afitria Rizkiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3932

Abstract

Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar dalam berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar.  Pada jenjang ini, kemampuan membaca menjadi bagian dari kompetensi dasar yang diajarkan melalui berbagai mata pelajaran, terutama pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pengelola/guru, siswa dan dokumen dokumen yang dibimbing langsung oleh pengelola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan membaca permulaan dilakukan melalui teknik pengulangan suku kata identik atau yang biasa disebut dengan metode double. Strategi ini menggunakan alur yang terintegrasi yang dirancang mandiri untuk menyesuaikan karakteristik dari setiap siswa.  Efektivitas dari pembelajaran tetap dihadapkan dengan tantangan eksternal yang berasal dari latar belakang mereka. Kondisi ini menempatkan sekolah sebagai pusat belajar tunggal, dimana peran guru dan dedikasinya menjadi instrumen utama dalam menyeimbangkan minimnya dukungan di lingkungan keluarga demi menjaga keberlanjutan kemampuan membaca siswa. Rekomendasi pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menguji efektivitas metode double pada cakupan subjek yang lebih luas serta mengeksplorasi strategi kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk meminimalisir hambatan eksternal dalam pembelajaran membaca.
Terapi realitas untuk meningkatkan resiliensi penyandang disabilitas tunanetra di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Ragil Dian Putri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individuals with visual impairments frequently encounter various psychological challenges, including limited access to daily activities, dependence on others, discrimination, and social stigma, which may reduce their ability to adapt effectively to life stressors. These conditions highlight the importance of resilience as a psychological resource that enables individuals to cope with adversity, recover from negative experiences, and lead more independent and meaningful lives. However, psychological interventions specifically aimed at strengthening resilience among individuals with visual impairments remain limited. Therefore, this study aimed to examine the effectiveness of Reality Therapy in enhancing resilience among individuals with visual impairments. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 10 adults with visual impairments at LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Resilience was measured using the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) before and after the intervention. The intervention was conducted in six group sessions. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results revealed a significant increase in the mean resilience score from 54.20 (low) to 76.30 (moderate-to-high) (Z = −2.803, p < .01). These findings indicate that WDEP-based Reality Therapy is effective in enhancing resilience among individuals with visual impairments and may serve as a promising psychological intervention to promote their psychological well-being.Individu dengan gangguan penglihatan sering menghadapi berbagai tantangan psikologis, termasuk keterbatasan akses terhadap aktivitas sehari-hari, ketergantungan pada orang lain, diskriminasi, dan stigma sosial, yang dapat mengurangi kemampuan mereka untuk beradaptasi secara efektif terhadap stres kehidupan. Kondisi ini menyoroti pentingnya ketahanan sebagai sumber daya psikologis yang memungkinkan individu untuk mengatasi kesulitan, pulih dari pengalaman negatif, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna. Namun, intervensi psikologis yang secara khusus bertujuan untuk memperkuat ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Terapi Realitas dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan. Desain pra-uji dan pasca-uji satu kelompok kuasi-eksperimental digunakan yang melibatkan 10 orang dewasa dengan gangguan penglihatan di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Ketahanan diukur menggunakan Skala Ketahanan Connor–Davidson (CD-RISC) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan dalam enam sesi kelompok. Data dianalisis menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor ketahanan rata-rata dari 54,20 (rendah) menjadi 76,30 (sedang hingga tinggi) (Z = −2,803, p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa Terapi Realitas berbasis WDEP efektif dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan dan dapat berfungsi sebagai intervensi psikologis yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Strategi Takmir dalam Meningkatkan Minat Remaja pada Kajian Hari Rabu di Masjid Al Djadjuli Ponorogo Aryani Fatma Syae; Lilis Sumaryanti; Afitria Rizkiana
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi takmir masjid dalam meningkatkan minat remaja untuk mengikuti kegiatan kajian rutin di masjid serta memahami bagaimana perencanaan dan pelaksanaan manajerial memengaruhi keterlibatan remaja dalam program pembelajaran berbasis masjid. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengurus takmir masjid, penceramah, dan remaja peserta kajian, yang didukung dengan observasi kegiatan kajian serta dokumentasi terkait pengelolaan program. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola strategi pelaksanaan dan partisipasi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi perencanaan program kajian yang terstruktur, kerja sama antara takmir dan penceramah, pemilihan tema kajian yang relevan dan kontekstual bagi remaja, serta penciptaan suasana pembelajaran yang suportif dan interaktif. Selain itu, pendekatan komunikasi yang ramah remaja dan metode diskusi partisipatif mampu meningkatkan motivasi serta menjaga keberlanjutan kehadiran remaja dalam kegiatan kajian. Strategi tersebut membantu menjadikan masjid sebagai lingkungan yang lebih inklusif dan edukatif bagi generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola masjid perlu mengembangkan strategi manajemen yang adaptif dan inovatif untuk meningkatkan keterlibatan remaja serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji program serupa dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda guna memperkaya pemahaman tentang strategi keterlibatan remaja berbasis masjid serta dampaknya terhadap partisipasi pembelajaran keagamaan dan pembentukan karakter remaja.
Parent Training: Techniques for Preventing and Handling Bullying in Children Devid Dwi Erwahyudin; Afitria Rizkiana; Dwi Estiningsih; Masitoh
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024 (Indonesia - Thailand - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i4.776

Abstract

This community service aims to empower parents in preventing and dealing with bullying in children. The specific goals of this program are to increase parents' knowledge about bullying, develop effective communication skills, and build a supportive family environment. The hypothesis put forward is that the training provided will increase parents' knowledge and skills in recognizing and handling bullying cases, as well as reducing bullying incidents among children. The methods used include lectures to convey basic material about bullying, group discussions to share experiences and handling strategies, as well as case simulations for direct practice in handling bullying. Evaluation is carried out through pre-test and post-test to assess the increase in participants' knowledge and skills. The expected result is an increase in parents' awareness and ability to prevent and deal with bullying, as well as the creation of a safer and more supportive environment for children. It is hoped that this training can contribute to comprehensive bullying prevention efforts and strengthen the role of parents in supporting children's welfare.
Dampak Kekerasan Terhadap Perkembangan Dan Kesejahteraan Psikologis Anak Afitria Rizkiana; Katni
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2026

Abstract

Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi isu yang mengkhawatirkan, dengan tren peningkatan jumlah kejadian dari tahun ke tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak-anak di Kabupaten Ponorogo serta menganalisis dampaknya terhadap aspek psikologis mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kekerasan terhadap anak di Ponorogo merupakan fenomena kompleks yang meliputi kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Berbagai bentuk kekerasan tersebut berdampak serius terhadap perkembangan psikologis anak, antara lain munculnya gangguan emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Selain itu, kekerasan juga berimplikasi pada penurunan kesejahteraan psikologis, seperti timbulnya rasa cemas, depresi, gejala stres pascatrauma, hingga kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya untuk mencegah dan intervensi yang komprehensif serta terintegrasi untuk melindungi anak dari dampak negatif kekerasan.
Pengaruh Cyberbullying terhadap Perilaku Agresif Siswa Kelas 12 di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk Muhamad Deni; Syarifan Nurjan; Afitria Rizkiana
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2227

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti media sosial, pesan instan, atau platform daring lainnya, yang dapat menimbulkan dampak psikologis negatif bagi korban maupun pelakunya. Salah satu dampak yang mungkin muncul akibat cyberbullying adalah perilaku agresif, baik secara langsung maupun tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cyberbullying terhadap perilaku agresif yang dilakukan oleh kalangan remaja yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk. Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial yang berdampak pada perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks relasi sosial di lingkungan pendidikan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 12 SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian berupa angket cyberbullying dan angket perilaku agresif yang telah divalidasi dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dan uji signifikansi t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara cyberbullying terhadap perilaku agresif siswa, dengan nilai signifikansi (p) < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku cyberbullying yang dialami atau dilakukan siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif yang muncul.
Cognitive and Affective Determinants of Financial Health: The Role of Emotion Regulation and Islamic Financial Literacy Jihan Nabila Zahara; Afitria Rizkiana; Cindy Dewi Yani; Wahyudi Setiawan; Isna Fidiyaningsing
Journal of Finance and Islamic Banking Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jfib.v9i1.13166

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the influence of emotion regulation and Islamic financial literacy on the financial health of employees working in Islamic financial institutions in Ponorogo. Method: This study employed a quantitative explanatory approach. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 110 respondents selected using purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26 to empirically examine the relationship between the variables. Results: The findings reveal that emotion regulation has a positive and significant effect on financial health, with a significance value of 0.000 < 0.05. This indicates that individuals with better emotional control tend to have healthier financial conditions. Islamic financial literacy also has a positive and significant effect on financial health, with a significance value of 0.005 < 0.05. This suggests that a stronger understanding of Islamic financial principles contributes to better personal financial management. Implication: Theoretically, this study contributes to the development of Islamic financial behavior literature by adopting the Cognitive–Affective Theory of Behavior as the main analytical framework. This framework integrates cognitive and affective dimensions in explaining individual financial health. Originality: The originality of this study lies in its integrative model of financial behavior based on Islamic values, which positions emotion regulation and Islamic financial literacy as key determinants of the financial health of employees in Islamic financial institutions.