Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Among Ki Hadjar Dewantara dalam Era Digital Pedagogi Ellen Sintya Dewi; Monica Innanda Chiaralazzo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4103

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan mendorong transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih adaptif, personal, dan efisien. Di sisi lain, integrasi AI memunculkan persoalan kritis, seperti melemahnya agency siswa, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta dilema etika terkait integritas akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis integrasi AI dalam pembelajaran serta mengkaji relevansi Sistem Among Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan pedagogis yang humanistik dalam merespons tantangan digital pedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative critical review dengan menganalisis enam belas artikel ilmiah terpilih dalam lima tahun terakhir sebagai sumber data. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI meningkatkan personalisasi dan efisiensi pembelajaran, tetapi berpotensi menggeser peran siswa dari subjek aktif menjadi pengguna pasif teknologi. Sistem Among menawarkan kerangka yang menekankan keseimbangan antara kebebasan belajar dan bimbingan etis melalui prinsip asah, asih, dan asuh. Integrasi AI berbasis nilai-nilai tersebut memungkinkan pembelajaran yang inovatif sekaligus humanistik. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan model implementasi AI yang kontekstual serta mengkaji dampaknya terhadap karakter, kemandirian belajar, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan digital pedagogi yang mengintegrasikan teknologi dan nilai.
Peran Artificial Intelligence dalam Mendukung Pembelajaran Aktif Berbasis Masalah di Pendidikan Menengah Ellen Sintya Dewi; Taat Wulandari
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4601

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya ChatGPT dan teknologi AI generative, telah membawa perubahan penting dalam praktik pembelajaran di sekolah menengah. Namun pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak cukup hanya dilihat sebagai inovasi teknologi, melainkan perlu dianalisis secara pedagogis agar benar-benar mendukung pembelajaran aktif, kritis, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembelajaran aktif berbasis masalah di pendidikan menengah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Artikel diperoleh melalui penelusuran Google Scholar dengan mempertimbangkan sumber dari database ilmiah seperti Scopus, ERIC, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis, Garuda, dan Sinta. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berperan sebagai digital scaffolding yang membantu siswa memahami masalah, mencari informasi, memperoleh umpan balik, mengembangkan solusi, dan merefleksikan proses belajar. Integrasi AI dalam PBL umumnya berdampak positif terhadap hasil belajar, berpikir kritis, pemecahan masalah, minat belajar, dan self-regulated learning. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh desain pembelajaran, kesiapan guru, literasi AI siswa, dan etika penggunaan teknologi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji model PBL berbantuan AI melalui desain eksperimen yang lebih kuat, melibatkan sampel yang lebih luas pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan menengah, serta mengkaji secara lebih mendalam aspek etika, literasi AI, dan peran guru dalam mengarahkan penggunaan AI secara kritis dan bertanggung jawabb.