Yuri Gagarin
Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemasangan Papan Larangan Berburu sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Konservasi Burung Air Migran di Pesisir Aceh Yuri Gagarin; Abdullah Abdullah; Samsul Muarrif
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1967

Abstract

Burung air migran merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem pesisir yang berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan. Namun, keberadaan burung air migran di wilayah pesisir Aceh menghadapi ancaman berupa aktivitas perburuan yang masih dilakukan oleh masyarakat, salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran dan kurangnya media informasi mengenai larangan berburu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi burung air migran melalui pemasangan papan larangan berburu dalam bentuk spanduk. Kegiatan dilaksanakan di kawasan pesisir Desa Lambadeuk, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada tahun 2023. Metode yang digunakan meliputi observasi lokasi, koordinasi dengan masyarakat dan aparatur desa, serta pemasangan spanduk pada lokasi strategis yang merupakan habitat burung air migran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa spanduk larangan berburu berhasil dipasang pada lokasi yang mudah terlihat oleh masyarakat dan berfungsi sebagai media edukasi visual yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi burung air migran. Keberadaan spanduk diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam mendukung upaya konservasi burung air migran dan perlindungan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Edukasi dan Penerapan Sistem Bioflok Hemat Air Guna Mengurangi Pencemaran Limbah Budidaya di Aceh Besar Abdullah Abdullah; Yuri Gagarin; Muhammad Rusdi; Hanif Raihan; Hendra Yulisman
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i4.2433

Abstract

Mitra pengabdian di Gampong Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, menghadapi permasalahan lingkungan berupa borosnya penggunaan air dan pencemaran limbah amonia akibat sistem budidaya lele konvensional. Selain itu, fluktuasi kualitas air memicu tingginya angka kematian ikan dan rendahnya produktivitas kelompok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transformasi sistem budidaya konvensional menjadi sistem bioflok yang hemat air dan ramah lingkungan guna meningkatkan kapasitas produksi mitra. Metode pelaksanaan yang diterapkan menggunakan pendekatan Pendidikan dan Pelatihan Partisipatif (Participatory Training and Learning) serta Pendampingan Teknis Langsung (On-the-Job Technical Mentoring) yang dilaksanakan selama 8 bulan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif rekayasa bioflok, pembangunan 3 unit kolam percontohan (2 kolam produksi dan 1 kolam pembibitan), serta pendampingan manajemen kualitas air. Hasil pelaksanaan program menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi tepat guna sistem bioflok yang mampu menghemat penggunaan air hingga lebih dari 90% tanpa pergantian air berkala. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kapasitas tebar benih sebesar 100%, dari kondisi awal 500 ekor/kolam menjadi 1.000 ekor/kolam dengan target kelangsungan hidup (Survival Rate) mencapai lebih dari 90%. Melalui program ini, limbah organik amonia berhasil dikonversi menjadi pakan alami (flok) sehingga mengeliminasi risiko pencemaran lingkungan lokal secara signifikan. Pengabdian ini berhasil menciptakan ekosistem budidaya perikanan yang bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi generasi muda desa.