I Made Sugita Darmateja
Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Bersih Pantai dan Pelepasan Satwa Liar di Pantai Loang Baloq: Upaya IAHN Gde Pudja Mataram dalam Mendukung Sustainable Development Goals Putu Arya Reksa Anggratyas; Ni Putu Sasmika Dewi; Ni Putu Ade Resmayani; Joko Prayitno; I Made Sugita Darmateja; Ida Ayu Indah Febriyanti
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2582

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat yang mengombinasikan aktivitas pembersihan kawasan pesisir dengan upaya rehabilitasi fauna liar telah diimplementasikan oleh Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram di wilayah Pantai Loang Baloq, Sekarbela, Mataram pada 26 Juli 2025. Inisiatif ini mengusung semangat "Aksi Nyata IAHN Gde Pudja Mataram dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan" dengan melibatkan komunitas akademik dan warga lokal secara kolaboratif. Metode pelaksanaan pengabdian mencakup tiga tahap: (1) pemilihan lokasi pengabdian, (2) pelibatan peserta seperti sivitas akademik, tokoh masyarakat, dan warga lokal secara kolaboratif, dan (3) implementasi kegiatan pengabdian. Fokus kegiatan tidak terbatas pada eliminasi limbah pesisir, namun mencakup upaya konservasi biota laut, spesies avifauna, serta ekosistem pantai secara komprehensif. Penerapan filosofi Tri Hita Karana, khususnya dimensi palemahan yang mengutamakan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alaminya, menjadikan program ini berkontribusi signifikan terhadap keselarasan antara manusia dengan lingkungan alaminya, menjadikan program ini berkontribusi signifikan terhadap pencapaian SDG 14 (Ekosistem Laut) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya pelestarian wilayah pesisir serta penguatan nilai harmoni sosial-budaya di kawasan Loang Baloq
PEMBELAJARAN AGAMA HINDU BERBASIS PENGALAMAN DALAM PEMBENTUKAN KESADARAN EKOLOGIS MAHASISWA DI PURA MELASE LOMBOK Joko Prayitno; Dwi Harianti; I Made Sugita Darmateja
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 01 (2026): Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v6i01.4378

Abstract

Hindu religious studies in universities often focus on mastering concepts and performing formal rituals, while developing spiritual, social, and ecological character requires hands-on experiences. This study aims to analyze the formation of ecological awareness in Hindu students through community service and joint worship experiences at Pura Melase, West Lombok Regency. The study used a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data were gathered from 24 reflective narratives from students across different study programs, collected through open-ended forms after the field activities. The data were analyzed thematically through steps of organizing data, initial coding, grouping categories, interpreting inter-theme relationships, and cross-checking with participants' narratives. Research results show that the activities expand students' understanding of temples as sacred, social, cultural, and ecological spaces; shape the meaning of cleanliness as an act of devotion; foster cooperation, togetherness, and shared responsibility; and create calm and focused prayer experiences through a clean and orderly environment. The sustainability of these activities still faces challenges such as academic schedules, location distance, limited cleaning facilities, and inconsistent waste management. This article offers the concept of reflective service ('ngayah reflektif') as a model of Hindu religious learning that integrates service at sacred places, religious experiences, academic reflection, and ecological action. These findings are important for strengthening Hindu religious learning that goes beyond understanding rituals to promote ethical practice and environmental sustainability.