Sayuti Andhira
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN POLITICAL IDEOLOGY AND MEDIA ORGANIZATIONAL COMMUNICATION PATTERNS: A THEORETICAL ANALYSIS OF AUTHORITARIAN, LIBERTARIAN, AND SOCIAL RESPONSIBILITY PRESS SYSTEMS Ilham Irawan; Afriansyah Hasibuan; Sayuti Andhira
OPINI: Journal of Communication and Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/zxgn4q69

Abstract

The press functions as an essential component of mass communication systems that shapes public opinion, disseminates information, and supports social and political life. Differences in political ideology and systems of government have resulted in diverse press systems across countries. The Authoritarian Theory, Libertarian Theory, Social Responsibility Theory, and Communist Theory provide a theoretical framework to explain the relationship between the press, the state, and society. Using a qualitative literature-based approach, this study analyzes the characteristics and practical implementation of each press theory. The findings indicate that each theory reflects distinct levels of media freedom, state control, and social responsibility, which influence how the press operates within a particular political context. Understanding these theories is important for evaluating the role of the press in supporting democratic values, political stability, and public accountability.
Efektivitas Penggunaan Media Whatsapp Sebagai Sarana Komunikasi Organisasi LDK Al-Izzah UIN Sumatera Utara Ainul Mardiyah; Cahaya Cahaya; Nayla Aurahmadhani Ginting; Sayuti Andhira
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media WhatsApp, menganalisis efektivitasnya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penggunaan WhatsApp sebagai sarana komunikasi organisasi di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada tiga informan, yaitu Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Staf Humas dan Jaringan LDK Al-Izzah Periode 2026. Data dianalisis dengan mengacu pada kerangka teori efektivitas komunikasi organisasi yang dikemukakan Hardjana (2000), yang dalam penelitian ini dijabarkan melalui lima indikator, yaitu pemahaman pesan, ketepatan waktu, kemudahan koordinasi, partisipasi atau respons anggota, dan pencapaian tujuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp telah menjadi media komunikasi utama LDK Al-Izzah sejak awal organisasi ini berjalan dan digunakan secara berjenjang melalui sejumlah grup, mulai dari grup gabungan, grup pengurus, hingga grup departemen. Penggunaan WhatsApp dinilai efektif dalam mempercepat penyebaran informasi dan mempermudah koordinasi antarbidang, meskipun efektivitasnya masih dibatasi oleh rendahnya respons sebagian anggota, kesalahpahaman akibat keterbatasan komunikasi berbasis teks, serta adanya pembatasan jam komunikasi pada malam hari. Faktor pendukung utama adalah kepemilikan WhatsApp oleh seluruh anggota dan kemudahan aksesnya, sementara faktor penghambat utama adalah perbedaan tingkat keaktifan anggota dalam merespons pesan dan keterbatasan media berbasis teks dalam menyampaikan makna secara utuh. Penelitian ini merekomendasikan kombinasi strategi komunikasi daring dan tatap muka, seperti pendekatan dakwah fardiyah, untuk mengoptimalkan efektivitas komunikasi organisasi.