Moh. Amiruddin
Universitas Al Qolam Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Pendidikan Dakwah di Era Digitalisasi Moh. Amiruddin
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1879

Abstract

Era Digitalisasi, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan dakwah Islam. Pengaruh Digitalisasi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi eksistensi pendidikan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan dakwah dapat mempertahankan relevansinya dan secara efektif membentuk karakter muslim yang tangguh di tengah arus informasi global yang masif. Melalui tinjauan literatur, studi ini mengidentifikasi strategi adaptasi, peran teknologi digital, dan pentingnya kolaborasi antarbudaya dalam pendidikan dakwah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan dakwah memiliki kontribusi penting dalam memperkuat karakter generasi muda melalui strategi integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum, keteladanan guru, penciptaan lingkungan pendidikan yang religius, serta pemanfaatan teknologi sebagai medium dakwah. Pendidikan Islam juga mendorong kesalehan sosial, literasi digital, dan identitas kultural yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu melakukan transformasi adaptif yang komprehensif agar mampu menghasilkan generasi yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial tanpa kehilangan jati diri keislamannya di era global.
Identitas Gender Dan Budaya Dalam Komunikasi Lintas Budaya Moh. Amiruddin
Bahasa Indonesia Vol 7 No 1 (2026): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Juni 2026
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v7i1.2362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan identitas gender dan budaya dalam konteks komunikasi lintas budaya melalui tinjauan perspektif Islam. Gender sering kali dipahami sebagai konstruksi sosial yang membedakan peran antara laki-laki dan perempuan, yang dalam perkembangannya sering menimbulkan stereotip dan subordinasi. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), artikel ini mengeksplorasi bagaimana Islam meletakkan fondasi identitas manusia yang berbasis pada keadilan dan harmoni, bukan persaingan kekuasaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas manusia dibentuk secara dinamis melalui elemen bahasa, agama, dan simbol budaya yang diinternalisasi sejak dini melalui sosialisasi keluarga dan media. Dalam perspektif Islam, konsep kesetaraan ditegaskan melalui nilai Rahmatan lil 'Alamin, di mana perbedaan biologis (seks) tidak menjadi alasan untuk membatasi hak asasi dan potensi kemanusiaan di ruang publik. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi nilai keadilan relasional Islam sebagai filter etika komunikasi dalam menghadapi tantangan identitas hibrid di era digital. Implikasi praktisnya memberikan panduan bagi institusi keluarga muslim untuk menerapkan pola komunikasi yang setara dan inklusif guna menangkal stereotip gender global sejak dini. Artikel ini menyimpulkan bahwa di era globalisasi, negosiasi antara budaya lokal dan nilai universal Islam mampu membentuk identitas hibrid yang adaptif namun tetap memuliakan martabat manusia.