Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cultural Resistance and Democratic Imagination in Colonial Indonesia: A Literary Analysis of Pantun Elisabeth Purba; Rosmawaty Harahap
JOURNAL OF SOCIETY INNOVATION AND DEVELOPMENT Vol 7 No 2 (2026): JSID: May 2026
Publisher : Winaya Inspirasi Nusantara Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63924/jsid.v7i2.84

Abstract

Colonial rule in the Indonesian archipelago not only restructured political and economic systems but also sought to reshape local cultural values and modes of expression. Within this context, traditional literary forms played an important role in preserving cultural identity and articulating responses to colonial domination. One such form is pantun, a Malay poetic genre that conveys meaning through metaphor, parallelism, and indirect expression. This study examines how the pantun High Power, Unformed Resistance represents power, resistance, and democratic imagination during the colonial period. The research aims to explore how culturally grounded notions of authority and opposition are articulated through poetic discourse, and how pantun functions as a medium of subtle resistance and ethical governance. The study adopts a qualitative interdisciplinary methodology that combines close textual analysis with perspectives from postcolonial theory and cultural studies. The pantun is analyzed as both a literary text and a socio cultural artifact situated within the historical experience of colonial Indonesia. The findings reveal that power is constructed as moral and cultural authority rather than coercive domination, while resistance emerges as indirect, adaptive, and sustained through cultural continuity. The pantun also encodes democratic values such as consensus, balance, and communal responsibility, reflecting indigenous conceptions of governance. These findings suggest that pantun should be understood not merely as folklore but as a significant site of political meaning. The study contributes to literary and postcolonial scholarship by demonstrating how traditional poetic forms participate in the negotiation of power and the imagination of culturally grounded democracy under colonial rule.
Analisis Kesesuaian Materi Buku Teks Kelas 10 SMA pada Kurikulum 2013 Elisabeth Purba; Rizkita Sebayang; Clarasita Naibaho; Fitri Tampubolon; Yenti Siburian; Yunita Peranginangin; Tri Indah Prasasti
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2603

Abstract

Buku teks Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 memegang peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar dan pencapaian tujuan pembelajaran. Analisis mendalam terhadap buku teks ini perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan dan efektivitasnya. Penting untuk memastikan bahwa siswa memiliki akses yang mudah dan memadai terhadap buku teks berkualitas, dengan dukungan yang kuat dari orang tua untuk mendorong penggunaan buku teks di rumah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa memiliki keterampilan literasi yang memadai untuk dapat memahami dan memanfaatkan informasi yang terdapat dalam buku teks secara efektif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis, secara umum buku teks kelas 10 pada Kurikulum 2013 telah sesuai dengan tujuan dan arah kurikulum. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, yaitu Kesesuaian isi buku teks dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD): Isi buku teks telah memuat materi yang sesuai dengan KI dan KD yang tercantum dalam kurikulum. Kesesuaian penyajian materi dengan pendekatan saintifik: Buku teks telah menyajikan materi dengan menggunakan pendekatan saintifik, yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, menganalisis, dan mengkomunikasikan. Kesesuaian bahasa dan keterbacaan: Bahasa yang digunakan dalam buku teks mudah dipahami oleh siswa kelas 10. Buku teks kelas 10 pada Kurikulum 2013 secara umum telah sesuai dengan tujuan dan arah kurikulum.