Kamal Yusuf
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Translation in Javanese Qur’an Interpretation: A Study of Al-Ibriz Interpretation by KH. Bisri Musthofa Mohammad Nasih Al Hashas; Kamal Yusuf; Dafa Aqila Musyaffa
Jurnal test Vol 4 No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v4i2.422

Abstract

The purpose of this study is to identify the translation techniques and strategies used in translating the Qur’anic text into Javanese, and to assess their suitability with modern translation theories. This study uses a qualitative-descriptive approach with a content analysis method. Primary data in the form of translated quotations of Qur’anic verses in the Tafsir al-Ibriz were analyzed by comparing them with the source text and examining them based on translation techniques and strategies. Secondary data were obtained from relevant literature on translation theory and tafsir studies. The results of the study indicate that KH. Bisri Musthofa applied various translation techniques and strategies such as correspondence, explanation, expansion, reduction, substitution, borrowing, adaptation, as well as structural and semantic strategies. His translation was not solely oriented towards literal meaning, but also considered the cultural background, oral tradition, and level of understanding of Javanese readers. This proves that translating religious texts requires a balance between fidelity to the source text and acceptability in the target language. The implications of this study confirm that KH. Bisri Musthofa’s efforts are an important example in locality-based translation studies, where the Qur’an is translated while respecting the authenticity of the Arabic text while being relevant to Javanese culture. This contribution opens up space for the development of translation science and a contextual approach in conveying religious messages.
AKTUALISASI NILAI-NILAI TAREKAT QADIRIYAH NAQSABANDIYAH DALAM KEHIDUPAN MODERN DI INDONESIA: SOSIAL-RELIGI: Konsep Ajaran Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, Sejarah Perkembangan Tariqah Qadiriyah Naqsabandiyah di Indonesia, Relevansi Ajaran Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah dalam Konteks Zaman Modern di Bidang Keagamaan dan Sosial Masyarakat Indonesia Muhammad Ainudzaky; Hafidh Dinul Kholis; Kamal Yusuf
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4410

Abstract

Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah adalah tarekat sufi yang menggabungkan ajaran dan metode dzikir dari dua tarekat besar, yaitu Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Tarekat ini menekankan nilai-nilai spiritual yang meliputi penyucian hati, akhlak mulia, dan kedekatan dengan Allah SWT melalui amalan dzikir, riyadah, dan pembinaan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah diaktualisasikan dalam kehidupan sosial modern, khususnya dalam membentuk karakter individu yang berakhlak, bertanggung jawab sosial, dan harmonis dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku rujukan maupun jurnal yang berkaitan tentang Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, tasawuf dan sufisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kesabaran, tawakal, keikhlasan, dan ukhuwah Islamiyah yang diajarkan dalam tarekat ini diaplikasikan dalam interaksi sosial sehari-hari, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial umat Islam di era modern. Dengan demikian, Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah tidak hanya berfungsi sebagai jalan spiritual individu, tetapi juga sebagai landasan moral dan sosial yang relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan kontemporer.