Binti Aisiah Daning Sumari
French Language Study Program, Faculty of Language and Arts, State University of Medan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Interpersonal Metafunction Analysis of Smartphone Slogans Sumari, Binti Aisiah Daning
International Journal of English Education and Linguistics (IJoEEL) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijoeel.v6i1.8194

Abstract

This study presents an interpersonal metafunction analysis of smartphone slogans. Since the smartphone has been extensively commercialized, companies create different slogans for every single edition. Though it is usually formulated in short-purposive phrases and does not straightforwardly magnetize purchasers, the slogan is a form of language to support a market campaign. Slogans are usually embodied in clauses or sentences; part of grammar; a “system of wordings” (Matthiessen and Halliday: 1997). The Systemic Functional Linguistics (SFL) approach was conducted to scrutinize the realization of the lexicogrammar level revealed through MOOD’s interpersonal meaning. By using the descriptive qualitative method, SFL, and UAM CorpusTool,  it was found that the realization of MOOD in this study shown in percentage; declarative clause 6,4% or N=51; interrogative clause 0,1% or N=1; and imperative clause 3,4% or N=27. This result, it shows that the declarative clause is the most frequently used in creating smartphone slogans, to provide information and offering products at once. It can be concluded that from selected smartphone slogans, predominantly, companies shows that they have a wider knowledge of the products through delivering, informing, offering, demanding, and commanding customers. Ergo, success in acknowledging their prospective customers about their products’ eminence will attract customers.   
Modality Used in Indonesian Presidential Debate: A Corpus-Based Political Discourse Study Sumari, Binti Aisiah Daning
International Journal of English Education and Linguistics (IJoEEL) Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijoeel.v7i2.11782

Abstract

The language utilized by politicians during electoral debates encompasses linguistic strategies for persuading and influencing their target audiences. Broadcasted on Indonesian televisions in 2023-2024, the presidential candidates articulated their visions and presented persuasive arguments to win over votes. I observed that one of the language principles employed by the candidates in the recent electoral debate to convince prospective voters was linguistic modality. This research scrutinizes the type and function of modality used by these candidates. It is revealed that modality verbs which frequently emerged, such as ‘bisa’ (can), ‘akan’ (will), ‘harus’ (must), ‘ingin’ (want), ‘mungkin’ (may), and ‘mesti’ (should). After being transcribed, all data comprising a total of 40.239-word tokens or 8.982-word types were saved as plain text (.txt). AntConc 4.2.4 Software was used to import data and to automatically generate its frequency, concordance, collocation, and KWIC. The results indicate that epistemic modality is (48%), dynamic modalities (7.32%), intentional modality (11.4%), and deontic modalities (33.28%). The results obtained from this research may offer supplementary insights for discourse analysts and other linguists who have a similar interest in studying modality. This research suggests that politicians are more convincing if they use strong modalities in electoral debates. 
An Analysis of German Language Students’ Difficulties in Writing Academic Texts Diva, Sarah; Maharani, Yesika; Veronika, Meilani; Romasta, Laura; Sumari, Binti Aisiah Daning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan mahasiswa dalam menulis teks akademik pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Partisipan penelitian terdiri atas 43 mahasiswa. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui analisis teks akademik mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan mahasiswa tergolong sedang, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,16 dan standar deviasi sebesar 0,53. Tingkat kesulitan tertinggi ditemukan pada aspek tata bahasa (74,4%), kosakata (74,4%), dan pengembangan ide (72,1%). Sebaliknya, organisasi teks (58,1%) dan penggunaan referensi (55,8%) menunjukkan tingkat kesulitan yang relatif lebih rendah. Temuan kualitatif mendukung hasil kuantitatif, yang menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami masalah dalam menggunakan struktur tata bahasa yang tepat, menerapkan kosakata akademik yang memadai, dan mengembangkan ide secara sistematis. Kesimpulannya, kesulitan mahasiswa dalam menulis akademik lebih menonjol pada aspek linguistik dan kognitif. Oleh karena itu, penerapan strategi pembelajaran yang lebih terarah diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa.
The Representation of Poverty in the Grimm Brothers' Fairy Tale “Hänsel Und Gretel” Ningtias, Tri; Zebua, Dorie Evelyn; Sumari, Binti Aisiah Daning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kemiskinan dalam dongeng Hänsel und Gretel karya Brothers Grimm dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Analisis ini didasarkan pada teori representasi Stuart Hall, yang memandang makna sebagai hasil produksi melalui bahasa, simbol, dan narasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan digambarkan secara progresif dan berlapis-lapis, tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi juga sebagai pemicu utama konflik naratif. Kemiskinan pertama kali digambarkan melalui kondisi sosial-ekonomi keluarga seorang penebang kayu yang menderita kelaparan kronis dan kelangkaan pangan, yang menyebabkan orang tua meninggalkan anak-anak mereka di hutan. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi direpresentasikan sebagai kekuatan yang mengikis peran pelindung keluarga dan menempatkan anak-anak dalam situasi rentan. Kemiskinan selanjutnya disimbolkan melalui rumah roti dan penyihir, yang menggambarkan bagaimana keterbatasan membuat anak-anak rentan terhadap eksploitasi. Meskipun menjadi korban, Hänsel dan Gretel menunjukkan inisiatif dan ketangguhan. Penelitian ini berkontribusi pada studi sastra dan sosial dengan mengaitkan representasi kemiskinan dalam sastra dengan perspektif struktural dan multidimensi tentang kemiskinan.
Aschenputtel and Cinderella in Intertextual Dialogue: A Study of the Fairy by Grimm and Perrault Daulay, Jihan Nur Alfiana; Siregar, Hana Gloria; Manalu, Elvrida Melvawati; Siagian, Natasya Engel; Sumari, Binti Aisiah Daning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37675

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan intertekstual antara Aschenputtel dalam Deutsche Märchen und Sagen karya Rosemarie Griesbach dan Cinderella karya Charles Perrault. Menggunakan teori intertekstualitas Graham Allen, penelitian kualitatif deskriptif ini membandingkan empat aspek naratif: tokoh penolong, benda ajaib, alur, dan akhir cerita. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kedua dongeng memiliki alur dasar yang sama, gadis tertindas mendapat bantuan, pergi ke pesta, kehilangan sepatu, lalu menikah dengan pangeran, terdapat perbedaan signifikan. Aschenputtel menggunakan pohon hazel sebagai penolong dan berakhir dengan saudari tiri dibutakan, mencerminkan nilai keadilan retributif dan hubungan spiritual dengan leluhur dalam masyarakat Jerman abad ke-19. Sebaliknya, Cinderella menggunakan ibu peri dan berakhir dengan pengampunan serta rekonsiliasi, mencerminkan nilai humanisme masyarakat Prancis abad ke-17 yang menekankan keanggunan dan harmoni. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Perrault tidak sekadar menceritakan ulang cerita yang sama, tetapi mentransformasi dan menafsir ulang tradisi dongeng Jerman melalui pilihan naratifnya.
An Error Analysis of Possessive Pronoun use in German Letter-Writing Tasks by First-Semester German Education Students Manurung, Fiolina; Siagian, Danis Ladies; Damanik, Ezra Chitra Novelina; Sitorus, Mei Sinta Kartini; Sumari, Binti Aisiah Daning
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37688

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan Possessivpronomen dalam tugas menulis surat berbahasa Jerman pada mahasiswa semester pertama. Data penelitian berupa 20 surat mahasiswa angkatan 2025 dari tiga kelas pada mata kuliah Schreiben. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis dengan langkah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta tahapan analisis kesalahan berupa deteksi, deskripsi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan empat masalah utama, yaitu ketidaksesuaian gender pada nominatif, kesalahan penandaan objek pada akusatif, kesalahan bentuk datif setelah preposisi, dan pemilihan bentuk dasar posesif yang tidak tepat. Konteks datif tampak paling dominan. Temuan ini menunjukkan perlunya latihan kontrastif dan umpan balik yang lebih intensif dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman tingkat pemula.
A Needs Analysis for Developing an AI-Supported EAP Learning Website in a Non-English Language Program Binti Aisiah Daning Sumari
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.9849

Abstract

English for Academic Purposes (EAP) is essential in higher education because it helps students understand academic texts and communicate effectively in academic contexts. However, students in non-English programs often struggle with academic reading and writing, and traditional lecture-based teaching provides limited support. Despite the growing use of educational technology, few studies have examined students’ academic English needs and their readiness to use AI-based learning tools in EAP. This study employed a descriptive exploratory mixed-methods design involving 48 undergraduate students from the Faculty of Language and Arts at the State University of Medan. Quantitative data were collected through a Likert-scale questionnaire with very high reliability (Cronbach’s alpha = 0.991), and qualitative data were gathered through semi-structured interviews. The results show a high level of perceived need (M = 4.07; 81.4%). Students reported strong needs related to academic literacy development, professional communication skills, structured learning support, and digital learning readiness. They also expressed positive attitudes toward AI features such as adaptive learning and personalized feedback. These findings support the development of a context-sensitive web-based EAP platform integrating adaptive AI features for academic language learning.
Students’ Perception of Using Mondly German as a Learning Media, A Case Study of Sixth Semester Students of German Language Education Irma Liani; Cahaya Mustika; Greace Simaremare; Teresia Fatmawati Simangunsong; Binti Aisiah Daning Sumari; Fitri Ervina Tarigan
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8211

Abstract

This study aims to explore students' perceptions of using the Mondly German application as a medium for learning German to support independent learning outside the classroom. The research background stems from the need for innovative learning approaches among Semester VI students in the German Language Education Program at Universitas Negeri Medan, who are accustomed to formal classroom methods, while Mondly German offers interactive features such as conversation exercises, grammar drills, and vocabulary games. Employing a descriptive quantitative method, data were collected via a System Usability Scale (SUS)-based questionnaire from 30 students and analyzed through SUS calculations (stages 1–4) along with validity testing. The results revealed an average SUS score of 79.13 (grade C, excellent category, high acceptability level), with all questionnaire items deemed valid (r > r-table). It is concluded that students hold positive perceptions of Mondly German, suggesting that the application can serve as a supportive medium for German language learning. Theoretically, this finding supports the integration of technology-based learning tools in second language acquisition and contributes to the understanding of student attitudes toward interactive language apps. Practically, educators and curriculum developers can consider incorporating Mondly German as a supplementary resource to enhance independent learning and student engagement.
DEVELOPPEMENT DU MATERIELS D’APPRENTISSAGE DE LA COMPREHENSION ORALE DEBUTANTE EN UTILISANT L’APPLICATION WIZER.ME Tengku Ratna Soraya Tengku; Ayu Tri Wahyuni Sinaga; Nurilam Harianja; Hesti Fibriasari; Binti Aisiah Daning Sumari
Franconesia Vol. 5 No. 1 (2026): Franconesia: Journal of French Teaching, Linguistics, Literature and Culture
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/franconesia.51.1

Abstract

Cette étude vise à développer du matériel d’apprentissage interactif basé sur l'application Wizer.me pour améliorer la compétence d’écoute des étudiants dans le cours compréhension orale débutante à section française de FBS UNIMED. Cette recherche utilise la méthode de la recherche et le développement (R&D) avec un plan de recherche qui se réfère au modèle de Nieveen (1999). Les données ont été collectées par le biais d'entretiens et de questionnaires. Cette recherche devrait contribuer à améliorer la qualité de l'enseignement du français en mettant l'accent sur le matériel « Découvrir une Ville » en utilisant l’application wizer.me et en évaluant les avantages et les inconvénients du média wizer.me dans le cours Compréhension Orale Débutante, et peut servir de référence pour le développement de méthodes d'enseignement des langues plus innovantes et interactives à l'avenir. Les résultats de cette recherche se présentent sous la forme de matériel d'apprentissage de la Compréhension Orale Débutante qui est interactif et qui répond aux besoins des étudiants ; en outre, on peut constater que l'utilisation de l'application wizer.me a permis d'augmenter la participation à la compréhension du matériel et aux compétences d'écoute. Cette recherche fournit une base et une référence à tous ceux qui lisent pour améliorer le processus d'apprentissage de la Compréhension Orale Débutante. Mots-clés : Application Wizer.me, Compréhension Orale Debutante, Matériel d’Apprentissage.