Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Pengembangan Diri Siswa SMKN 02 Setu Melalui Layanan Bimbingan Dan Konseling Islami Siti Juariah; Sarwo Edy; Salsabila Salsabila
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 01 (2026): januari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i01.1212

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan siap kerja, namun masih tingginya angka pengangguran menunjukkan perlunya penguatan aspek non-teknis siswa. Permasalahan yang ditemukan di SMKN 02 Setu meliputi rendahnya motivasi belajar, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta belum optimalnya layanan bimbingan dan konseling. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan layanan bimbingan dan konseling Islami untuk meningkatkan pengembangan diri siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, penerapan media berbasis teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta keterampilan sosial siswa. Selain itu, tersusun modul bimbingan dan konseling Islami serta terintegrasinya nilai religius dalam layanan konseling. Program ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang siap menghadapi dunia kerja.
Penguatan Kesehatan Mental Dan Akhlak Siswa SMA Melalui Bimbingan Konseling Islam Siti Juariah; Listian Indriyani Achmad; Sarwo Edy; Rini Setyowati; Salsabila Salsabila
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Lentera Vol. 3 No. 06 (2026): Juni 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/djpl.v3i06.1514

Abstract

Kesehatan mental dan akhlak merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa. Permasalahan seperti stres, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, dan kurangnya pengendalian emosi dapat memengaruhi perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan mental dan akhlak siswa melalui bimbingan konseling Islam. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 2 Cikarang Selatan dengan melibatkan 30 siswa kelas X dan XI. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, konseling kelompok, dan pembinaan spiritual. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif pada kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun sikap disiplin dan tanggung jawab. Bimbingan konseling Islam memberikan dampak positif dalam membantu siswa memahami dirinya dan memperbaiki perilakunya. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung kesehatan mental dan pembentukan akhlak siswa di lingkungan sekolah.
Integrasi Doa dan Meditasi sebagai Strategi Regulasi Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus dalam Pendidikan Inklusif Siti Juariah; Sarwo Edy; Salsabila Salsabila
GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Vol. 4 No. 03 (2026): Juni 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/global.v4i03.1213

Abstract

Pengelolaan emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa berkebutuhan khusus (ABK), karena kesulitan dalam regulasi emosi dapat menghambat proses belajar, interaksi sosial, serta penyesuaian diri mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan strategi intervensi yang tidak hanya efektif secara psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di Indonesia. Doa dan meditasi dipandang sebagai teknik sederhana yang mampu menenangkan pikiran, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat pengendalian emosi siswa ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi doa dan meditasi dalam pengelolaan emosi siswa ABK, menilai efektivitas penerapannya, serta merumuskan model intervensi yang dapat diaplikasikan oleh guru, konselor, maupun orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan (action research). Subjek penelitian terdiri dari sejumlah siswa ABK di sekolah inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan harian pelaksanaan doa dan meditasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik doa dan meditasi dapat membantu siswa ABK dalam menurunkan intensitas perilaku emosional negatif, meningkatkan ketenangan, serta memperkuat kemampuan regulasi diri. Doa memberikan penguatan spiritual dan rasa aman, sedangkan meditasi melatih konsentrasi serta kontrol diri. Implementasi keduanya secara terpadu terbukti efektif sebagai strategi pengelolaan emosi yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan dalam konteks pendidikan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa doa dan meditasi dapat dijadikan alternatif strategi pengelolaan emosi siswa ABK yang integratif, menggabungkan aspek spiritual dan psikologis. Luaran yang ditargetkan meliputi model implementasi praktis doa dan meditasi, peningkatan pemahaman guru dan konselor mengenai pendekatan spiritual dalam mendampingi siswa ABK, serta publikasi hasil penelitian dalam jurnal pendidikan dan konseling.