Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Lokakarya Penyusunan Program Pembelajaran Individu PAUD dan SD Inklusi Muhammadiyah di Sukabumi, Indonesia Elnawati Elnawati; Astri Sutisnawati; Redi Awal Maulana; Ibnu Hurri
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1215

Abstract

Lokakarya ini bertujuan membantu guru dalam menyusun laporan Program Pembelajaran Individu (PPI) yang sesuai dengan kebutuhan unik setiap anak berkebutuhan khusus. Peserta kegiatan adalah guru PAUD dan SD Muhammadiyah di bawah naungan amal usaha Universitas Muhammadiyah. Pelaksanaan lokakarya ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir yang dirancang secara sistematis. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan PPI, disertai dengan meningkatnya komitmen untuk mendukung perkembangan optimal siswa di lingkungan pendidikan. Namun, Sebagian besar guru masih menghadapi kendala dalam proses penyusunan PPI, terutama dalam mengidentifikasi kebutuhan individual siswa secara tepat dan komprehensif. Melalui lokakarya ini, sebagian besar guru telah mampu menyusun PPI dengan lebih baik serta mulai menerapkan analisis kebutuhan siswa di sekolah masing-masing secara lebih terarah. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik khususnya anak berkebutuhan khusus secara berkelanjutan.
THE INFLUENCE OF AUTHORITARY PARENTING STYLES IN THE FAMILY ON THE SPEAKING ABILITY OF EARLY CHILDREN IN PAUD IN CIREUNGHAS DISTRICT Lia Shofia; Elnawati; Redi Awal Maulana
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20751617

Abstract

Language development, particularly vocabulary mastery and speaking skills, is an important aspect of early childhood growth and development. One factor influencing a child's language development is the parenting style applied within the family. This study aims to determine the speaking skills of early childhood and analyze the influence of authoritarian parenting styles in families on the development of vocabulary and speaking skills of early childhood in early childhood education (PAUD) in Cireunghas District. This study used a quantitative approach with a survey method. The study population was 1,311 parents of early childhood children (4-6 years old) attending PAUD/TK in Cireunghas District, with a sample of 78 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using prerequisite tests and simple linear regression analysis. The results showed that the data were normally distributed and the relationship between variables was linear. The results of the simple linear regression test indicated that authoritarian parenting styles significantly influenced the development of vocabulary and speaking skills of early childhood. This finding suggests that the higher the implementation of authoritarian parenting styles in the family, the greater the potential for inhibiting the development of vocabulary and speaking skills of children. Therefore, a more communicative and dialogical parenting pattern needs to be developed by parents to optimally support the language development of early childhood.
Peningkatan Early Numeracy Melalui Permainan Berbasis Recycled Materials pada Anak Usia 5–6 Tahun TIWI PUJIANTIE; Elnawati Elnawati; Redi Awal Maulana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4066

Abstract

Early numeracy merupakan kompetensi dasar yang menentukan kesiapan anak memasuki pendidikan formal. Observasi awal menunjukkan kemampuan early numeracy anak usia 5–6 tahun masih rendah, khususnya dalam mengenal lambang bilangan, menghitung, mengurutkan angka, dan mencocokkan bilangan dengan kuantitas benda. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas permainan berbasis recycled materials dalam meningkatkan kemampuan early numeracy anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan dari 53,00% pada pratindakan menjadi 72,08% pada Siklus I dan 89,17% pada Siklus II. Permainan berbasis recycled materials terbukti efektif menciptakan pengalaman belajar aktif dan kontekstual. Media ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif, ekonomis, dan konstruktivistik untuk mengembangkan numerasi anak usia dini.  
Developing Children's Social Skills Through Traditional Games (A Case Study on Children Aged 4-6 Years in Developing Social Skills at ABA 1 Kindergarten, Sukabumi City) Ibnu Hurri; Redi Awal Maulana; Elnawati Elnawati; Ira Maya Maspupah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 1 (2006): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i1.8211

Abstract

This study aims to examine the impact of traditional games on the development of social skills in children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. This study used a qualitative methodology with a case study design. This study included 17 children aged 4-6 years who were actively engaged in learning activities centered on local content. Data collection was conducted through participant observation, teacher interviews, and documentation of educational activities. The analysis involved the triangulation of sources and methodologies to guarantee the validity of the data. The study findings indicate that the traditional game of engklek significantly improves the social skills of children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. Children demonstrated improvements in collaboration, communication, empathy, turn-taking, adherence to game rules, and conflict resolution. Furthermore, hopscotch encouraged active participation, cooperative behavior, and improved social relationships among peers. These findings confirm that integrating traditional games into early childhood education preserves local culture and effectively enhances the development of social skills in early childhood.