Septiya Qur’ana
Universitas Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANIFESTASI NAMA-NAMA TUHAN DALAM FILSAFAT TEOLOGIS IBNU ARABI DAN KORELASINYA DENGAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN Holid Batsal; Septiya Qur’ana; Moh Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1564

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan dasar dan argumentasi teologis pemikiran filsafat Ibn Arabi dalam al-Qur’an tentang manifestasi nama-nama dan sifat-sifat Tuhan (al-Asmā’ al-Ḥusnā), Ibn Arabi menegaskan bahwa seluruh alam semesta bagian dari Tajalli> > nama dan sifat Tuhan dalam aspek dan dimensi ketuhanan yang berbeda. Dengan pendekatan Hermeneutika Sufistik dan tafsir esoterik, Ibn Arabi menafsirkan hubungan dimensi lahiriah dengan bathiniah dalam teks suci yang paradoks. Allah yang maha Dhahir sulit dipahami apabila menggunaka pendekatan teologis yang sangat menekankan transendensi Tuhan. Dengan konsep wahdat al-wujud menjadi dasar utama dalam menegaskan bahwa tidak ada wujud sejati selain Allah, semua yang tampak hanyalah manifestasi dari wujud Allah. Dalam pandangan Ibn Arabi Insan Kamil Adalah manifestasi sempurna dari seluruh nama dan sifat Tuhan, yang akan membimbing diri pada aktalisasi sempurna menuju pada kesadaran paripurna dan kearifan puncak. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Arabi menawarkan paradigma baru dalam memahami relasi antara Tuhan, Manusia, dan alam semesta berdasarkan al-Qur’an.
ISLAM DAN PERDAMAIAN SEBAGAI RESPON DINAMIKA TATANAN DUNIA MODERN M. Hasan Ubaidillah; Septiya Qur’ana
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1972

Abstract

Perdamaian merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia dan menjadi salah satu nilai universal yang diajarkan dalam Islam. Di tengah dinamika dunia modern yang diwarnai konflik, radikalisme, intoleransi, dan krisis kemanusiaan, ajaran Islam menawarkan konsep perdamaian yang komprehensif melalui nilai-nilai keadilan, toleransi, persaudaraan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu'i) terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan perdamaian. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menempatkan perdamaian sebagai prinsip dasar kehidupan yang diwujudkan melalui dialog, penghormatan terhadap keberagaman, kebebasan beragama, penegakan keadilan, perlindungan jiwa manusia, pemenuhan perjanjian, serta penyelesaian konflik secara damai. Islam juga menegaskan bahwa perang bukanlah tujuan, melainkan jalan terakhir ketika seluruh upaya perdamaian tidak dapat diwujudkan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip perdamaian global sebagaimana tercermin dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan demikian, Islam merupakan agama yang secara substantif membawa misi rahmatan lil 'alamin melalui pembangunan perdamaian yang berkelanjutan, baik pada tingkat individu, masyarakat, maupun hubungan internasional.
TRADISI PEMBACAAN SALAWAT NARIYAH DALAM MENJAGA RELIGIOSITAS MASYARAKAT SITUBONDO Moh Hasan; Septiya Qur’ana
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i2.2001

Abstract

This study aims to examine the tradition of reciting Ṣalawat Nariyah and its important role in maintaining the religiosity of the Situbondo community. This phenomenon is interesting because this religious tradition not only functions as a worship practice but also has strong social and cultural significance in the lives of the local community. This study uses a descriptive-analytical method with a qualitative approach. Data was obtained through direct observation, interviews with religious and community leaders, and relevant literature studies. The results show that the tradition of reciting Ṣalawat Nariyah has become an integral part of the value system and religious practices of the Situbondo community. This tradition serves as a spiritual medium that strengthens faith, as well as a means of socialization and solidarity among residents. In addition, the recitation of Ṣalawat Nariyah also reinforces the Islamic identity of the Situbondo community and has become a symbol of social harmony in everyday life. Thus, this tradition needs to be preserved and developed as a religious and cultural heritage that contributes to the strengthening of religious values and togetherness in society.