Agus Setiadi
Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Profitabilitas Usaha Budidaya Ikan Nila Salin (Oreocromis niloticus) di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati Eko Bejo Wahyono; Agus Setiadi; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH The purpose of this study is to analyze the financial feasibility and profitability of the saline tilapia (Oreochromis niloticus) cultivation in Tayu SubRegency, Pati Regency. The research was conducted using a survey method, with data collected through interviews based on questionnaires. The total population of tilapia cultivators in the Tayu SubRegency is 646. A proportional sampling technique was applied across the three villages with the largest saline tilapia production areas (Margomulyo, Dororejo, and Tunggulsari) yielding a total sample size of 100 respondents. Financial feasibility was analyzed using the Revenue-Cost Ratio (R/C ratio) and profitability figures. The results show an R/C ratio value of 1.74. This indicates that for every IDR 1.00 spent, the farmer receives a revenue of IDR 1.74, resulting in a profit of IDR 0.74. Furthermore, the profitability analysis of the saline tilapia cultivation business in Tayu SubRegency yielded a figure of 74.39%. Based on this profitability level, the business is profitable, meaning that for every expense of IDR 1.00, the saline tilapia farmers in Tayu SubRegency, Pati Regency, will obtain a profit of IDR 0.7439. INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan profitabilitas usaha budidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara berbasis kuesioner. Populasi pembudidaya ikan nila salin adalah 646 orang. Sampel sebanyak 100 responden diperoleh secara proporsional di tiga desa yang memiliki luas lahan produksi ikan nila salin terluas di Kecamatan Tayu, yaitu Desa Margomulyo, Desa Dororejo, dan Desa Tunggulsari. Analisis kelayakan finansial menggunakan R/C Ratio dan angka profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,74. Angka ini berarti bahwa untuk setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00, pembudidaya ikan nila salin akan menerima pendapatan sebesar Rp1,74, sehingga keuntungan yang diperoleh adalah Rp0,74. Selain itu, hasil analisis profitabilitas usaha budidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu adalah 74,39%. Berdasarkan tingkat profitabilitas tersebut, usaha yang dijalankan dinilai menguntungkan, di mana setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 akan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp0,7439 bagi pembudidaya ikan nila salin di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Profitabilitas Usaha Peternakan Itik di Kelompok Tani Sato Iwen Kabupaten Pati Seto Catur Nugroho; Agus Setiadi; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH This research aims to analyze the profitability of laying duck farming, focusing on the Sato Iwen Farmers Group in Langgenharjo Village, Margoyoso District, Pati Regency. Data were collected through field observations and in-depth interviews using structured questionnaires. Profitability was analyzed using the Return on Investment (ROI) method, comparing net profit with total production costs. The results demonstrate that the profitability of laying duck farming at the respondent’s current scale reaches 59.2%. This high ROI is achieved on a production scale of 100 ducks integrated with the use of a hatchery machine, which creates significant added value by producing Day Old Ducks (DOD). The findings indicate that the business is highly profitable and feasible for further development. Although the farming is conducted semi-intensively, it maintains consistent productivity throughout the year. It is recommended that the government provides technical support and infrastructure to promote growth. Furthermore, farmers are encouraged to improve biosecurity and sanitation standards to minimize mortality rates and prevent environmental pollution. INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha ternak itik petelur pada Kelompok Tani Ternak Sato Iwen di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis profitabilitas dilakukan dengan metode Return on Investment (ROI), yang membandingkan laba bersih dengan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas usaha ternak itik pada skala responden mencapai 59,2%. Angka tersebut diperoleh dari hasil usaha dengan populasi 100 ekor itik yang didukung oleh penggunaan satu unit mesin tetas, yang memberikan nilai tambah melalui produksi Day Old Duck (DOD). Berdasarkan temuan tersebut, usaha ternak itik di lokasi penelitian dinilai sangat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun pemeliharaan dilakukan secara semiintensif, usaha ini mampu menjaga produktivitas yang stabil. Disarankan agar pemerintah memberikan dukungan teknis dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan usaha. Selain itu, peternak diharapkan meningkatkan standar biosekuriti dan sanitasi kandang guna meminimalkan angka kematian ternak serta mencegah pencemaran lingkungan.