Penelitian ini muncul karena masalah rendahnya kemampuan membaca dan memahami ilmu pengetahuan (literasi sains) serta hasil belajar siswa di topik termokimia. Hal ini disebabkan pembelajaran yang masih banyak bergantung pada guru sebagai pusatnya. Sebagai solusi, salah satu cara yang bisa dicoba adalah pendekatan belajar inkuiri terbimbing, di mana siswa lebih aktif ikut serta mencari tahu konsep sendiri lewat proses penelusuran seperti ilmuwan sungguhan.Tujuan utama penelitian ini adalah mengukur dampak penggunaan model inkuiri terbimbing terhadap literasi sains dan hasil belajar siswa di materi termokimia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, pakai metode quasi-eksperimen bentuk only posttest control group (tanpa pretest). Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI Fase F di SMA Negeri 17 Muaro Jambi pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel diambil pakai teknik purposive sampling, lalu dibagi dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berisi 26 siswa. Instrumen yang dipakai meliputi tes literasi sains dan ujian hasil belajar. Data diolah lewat uji normalitas, uji keseragaman, serta uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasilnya, kelas eksperimen unggul dengan skor rata-rata literasi sains 69,23, lebih tinggi dari kelas kontrol yang 62,05 (nilai signifikansi 0,037 < 0,05). Begitu juga hasil belajar: kelas eksperimen rata-rata 64,39, lawan kelas kontrol 59,83 (signifikansi 0,044 < 0,05). Dengan demikian, model inkuiri terbimbing ini berdampak positif dan nyata pada kemampuan literasi sains serta hasil belajar siswa di termokimia.