Charlie Fatria Izha Maharani
Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan perilaku pemakaian pembalut dengan kejadian fluor albus santriwati Charlie Fatria Izha Maharani; Dwi Sri Handayani; Sarwinanti Sarwinanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2620

Abstract

Background: The prevalence of vaginal discharge (fluor albus) in adolescent girls remains high and is a reproductive health issue that requires attention. Preliminary studies indicate a tendency for sanitary napkin use to be inconsistent with hygiene principles during menstruation, which is accompanied by the appearance of symptoms of vaginal discharge (fluor albus). Purpose: To determine the relationship between sanitary napkin use and the incidence of vaginal discharge (fluor albus) in female students. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 85 female students. A questionnaire was used to measure sanitary napkin use and the incidence of vaginal discharge (fluor albus). Data were analyzed bivariately using the Fisher's Exact test and contingency coefficient. Results: The study showed that the majority of respondents (43 respondents) used sanitary napkins correctly. Furthermore, 57 respondents (67.1%) experienced physiological vaginal discharge. Fisher's exact test showed a significant relationship between sanitary napkin usage behavior and the occurrence of fluor albus in female students, with a p-value of 0.000. The contingency coefficient test showed a moderate relationship between the two variables, with an r-value of 0.528 and a positive correlation. Conclusion: Improper sanitary napkin usage behavior is directly related to an increased incidence of fluor albus.   Keywords: Female Adolecent Student; Fluor Albus; Sanitary Pad usage.   Pendahuluan: Kejadian fluor albus pada remaja putri masih menunjukkan prevalensi yang tinggi dan merupakan permasalahan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian. Studi pendahuluan menunjukkan adanya kecenderungan perilaku pemakaian pembalut yang tidak sesuai dengan prinsip kebersihan selama menstruasi, yang disertai dengan munculnya gejala fluor albus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemakaian pembalut dengan kejadian fluor albus pada santriwati. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 santriwati. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku pemakaian pembalut serta kejadian fluor albus. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dan koefiesien kontingensi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memakai pembalut dengan cara yang benar, yaitu sebanyak 43 orang (50.6%). Selain itu, sebanyak 57 responden (67.1%) mengalami kejadian fluor albus fisiologis. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkah laku penggunaan pembalut dengan terjadinya fluor albus pada santriwati dengan nilai p-value = 0.000. Hasil uji koefisien kontingensi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tergolong sedang, dengan nilai r sebesar 0.528 dan arah hubungan positif. Simpulan: Perilaku pemakaian pembalut yang tidak tepat berhubungan langsung dengan peningkatan kejadian fluor albus.   Kata Kunci : Fluor Albus; Pemakaian Pembalut; Santriwati.