Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semiotika Sosial dalam Teks Kampanye Pemasaran Bangga Buatan Indonesia Rinaldo Hermawan
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 3 (2026): JULY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i3.6136

Abstract

This study analyzes the meaning construction of the Bangga Buatan Indonesia (BBI) campaign using Halliday's social semiotics approach to examine the consistency of the campaign's message and its persuasive potential in shaping attitudes and intentions to consume local products. Data for the study was collected from three primary sources: the BBI logo, the official Instagram captions, and eight promotional videos produced by various stakeholders, including ministries, e-commerce platforms, business owners, and the media. The analysis reveals a discrepancy in the discourse between the organic campaign message and its development by various text producers. The official narrative emphasizes solidarity and unity during the pandemic but fails to explicitly link pride with local products, while other text producers interpret the notion of "pride" in various ways without a consistent meaning foundation. This inconsistency weakens the continuity and coherence of the campaign's narrative. The findings of the study underscore that narratives focusing on patriotism and moral obligation are more effective in generating consumption interest than symbolic superiority conveyed through the use of the term "pride," which lacks a consistent rationalization.
Platformisasi Dalam Industri Musik Independen: Demokratisasi Atau Komodifikasi Musisi? Rinaldo Hermawan; Evelyne Trisa Diandra Jacub; Tunjung Senja Widuri; Raditya Aryasatya Pratama
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 2 Volume 6 2026
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v6i2.81858

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana digitalisasi dan platformisasi telah merekonstruksi industri musik independen dengan menyoroti pertanyaan apakah perubahan tersebut membawa demokratisasi atau justru komodifikasi bagi para musisi. Dengan pendekatan kualitatif dalam paradigma konstruktivisme, penelitian ini melibatkan lima musisi independen di Indonesia melalui survei terbuka dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, platformisasi dan digitalisasi mendemokratisasi proses produksi, distribusi, dan promosi karya musik dengan menurunkan hambatan masuk, memperluas otonomi kreatif, serta memungkinkan interaksi langsung antara musisi dan pendengar. Namun, demokratisasi ini hadir bersamaan dengan kerentanan ekonomi baru, di mana musisi menerima kompensasi finansial yang minim dari platform streaming dan harus mendiversifikasi sumber pendapatannya melalui pertunjukan langsung, penjualan merchandise, serta kolaborasi. Kedua, para musisi independen memandang teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sebagai peluang sekaligus tantangan—mempercepat produktivitas namun berpotensi menggantikan sentuhan manusia dalam kreativitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun platformisasi memberikan inklusivitas dan kemandirian yang lebih besar, pada saat yang sama ia memperkuat praktik komodifikasi tenaga kerja kreatif dalam ekonomi digital. Diperlukan kebijakan yang komprehensif terkait produksi musik berbasis AI, perlindungan hak cipta, dan sistem royalti yang adil untuk menjamin keberlanjutan ekosistem kreatif.