Aldi Alamsyah
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digital Rhetoric and the Logical Construction of Argumentation in Valentinus Resa's Broadcasts on YouTube Aldi Alamsyah; Azis; Baharman
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 13 No. 1 (2026): Volume 13 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.906

Abstract

Media digital mendorong munculnya bentuk-bentuk argumentasi publik yang menuntut kejelasan penalaran dan referensi faktual yang akurat, terutama ketika membahas isu-isu kewarganegaraan dan regulasi negara. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana aspek logos dimanfaatkan dalam penyampaian argumen pada program Meet Night Live di saluran YouTube Metro TV, yang dipandu oleh Valentinus Resa, ketika membahas isu-isu terkait naturalisasi dan regulasi agraria. Pendekatan kualitatif digunakan melalui proses transkripsi, pengurutan data, dan pengkodean, dengan fokus pada struktur penalaran, hubungan sebab-akibat, dan penggunaan dasar hukum serta data empiris. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk argumentasi yang dibangun melalui referensi aturan formal, kronologi peristiwa, dan penegasan prinsip-prinsip yang mengatur kewarganegaraan dan kepemilikan tanah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aspek logos muncul melalui penataan argumen berdasarkan regulasi hukum yang relevan, seperti Undang-Undang Agraria Dasar Nomor 5 Tahun 1960, dan melalui penyajian kronologi naturalisasi para pelaku yang disusun secara logis untuk memperjelas kewajiban prosedural yang harus dipenuhi. Argumentasi yang disampaikan oleh pembawa acara menekankan bahwa isu naturalisasi tidak dapat dipahami hanya sebagai tindakan simbolis semata, melainkan sebagai proses hukum dengan syarat dan prinsip yang harus dipatuhi. Penelitian ini berkontribusi untuk memperkuat pemahaman tentang praktik argumentasi logis dalam media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa kerangka logos dalam retorika Aristoteles tetap relevan untuk mempelajari penyampaian informasi publik yang menuntut akurasi, koherensi, dan kejelasan penalaran.