Abstract This empirical research explores the relationship among authoritarian parenting and self-criticism with career decision-making among 10th and 11th grade students at SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Utilizing a quantitative correlational design, a total of 210 students were recruited through purposive sampling. Data were gathered using validated and reliable instruments, which was pre-tested on 30 respondents. The findings revealed a statistically significant simultaneous correlation among authoritarian parenting and self-criticism with career decision-making (R = 0.966, p < 0.05). Moreover, the partial test indicated that authoritarian parenting was significantly and positively associated with increased difficulty in making career decisions (p < 0.05), indicating that the more authoritarian the parenting style, the more likely students were to face difficulties in making career decisions. Additionally, self-criticism also showed a significant positive relationship with career decision-making (p < 0.05), suggesting that to a certain extent, self-criticism can encourage students to be more reflective and careful when determining their career choices. Keywords: adolescents, authoritarian parenting, career decision-making, self-criticism. Abstrak Melalui penelitian ini, peneliti berupaya untuk mengeksplorasi korelasi antara pola asuh otoriter serta kecenderungan kritik terhadap diri sendiri dengan proses pengambilan keputusan karir pada peserta didik kelas X dan XI di SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional pada partisipan sebanyak 210 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Adapun instrumen yang digunakan meliputi skala pola asuh otoriter, skala kritik diri, dan skala pengambilan keputusan karir yang telah diuji coba terlebih dahulu pada 30 responden guna menjamin validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil pengolahan data mengungkapkan adanya hubungan signifikan secara simultan antara pola asuh otoriter dan kritik diri terhadap kemampuan pengambilan keputusan karier, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi R sebesar 0,966 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05 (p < 0,05). Secara parsial, pola asuh otoriter memiliki hubungan positif signifikan dengan pengambilan keputusan karir (p < 0,05), menggambarkan bahwa pola asuh otoriter yang tinggi dapat memperbesar risiko siswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah kariernya. Sementara itu, kemampuan individu dalam mengkritisi diri sendiri secara signifikan berkorelasi positif dengan efektivitas mereka dalam menentukan pilihan karier (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa dalam kadar tertentu, kritik diri dapat mendorong siswa untuk lebih reflektif dan hati-hati dalam menentukan pilihan karirnya. Kata kunci: Kritik diri, Pengambilan Keputusan Karir, Pola Asuh Otoriter, Remaja.