Perkawinan merupakan institusi sakral dalam agama Katolik yang menekankan kesatuan dan kesetiaan antara suami dan istri, sekaligus mencerminkan hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya. Namun, dinamika modern, termasuk fenomena perantauan, sering menjadi tantangan bagi keutuhan perkawinan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh perantauan terhadap keutuhan perkawinan Katolik dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dalam mempertahankan keharmonisan pasangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Stasi Wilhelmus Riangbao. Subjek penelitian ini berjumlah tiga pasangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pasangan perantauan di Stasi Wilhelmus Riangbao mengalami atau menghadapi tantangan berupa minimnya komunikasi, jarak fisik, dan perselingkuhan, sehingga keutuhan perkawinan menjadi rentan. Kurangnya keterbukaan menyebabkan hilangnya kepercayaan antara pasangan. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk meningkatkan komunikasi, memperkuat ikatan emosional, dan menjaga nilai sakral perkawinan Katolik demi mempertahankan keutuhannya.