Timotius Laana
Sekolah Tinggi Teologi IKSM Santosa Asih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Prinsip-prinsip Kepemimpinan Musa Dalam Kitab Keluaran Untuk Menghadapi Kepemimpinan Gereja Yang Postmodern Jonri Muksen Siregar; Timotius Laana
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2: November 2024: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of writing this scientific paper is to find the model or principles of Moses’s leadership in the Old Testament, especially in the book of Exodus, so that it can be applied in today’s church leadership. The church today is experiencing many challenges, especially in terms of spiritual leadership. Leadership election sometimes no longer pays attention to Biblical qualifications. Spiritual leadership motives also shifted, from a desire to serve God and His people to materialism and office in the church. Moses leadership is Biblical leadership where God himself chose and called him. The basic motivation is simply to carry out God’s own commandments, laws and statutes. The model or principles of Moses leadership both in decision making, qualifications and management are used based on God’s commands. The methodology used is qualitative with a descriptive and hermeneutic approach to look at various problems and phenomena, so as to find subjective research objects of leadership theology. Abstrak: Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menemukan model atau prinsip-prinsip kepemimpinan Musa dalam Perjanjian lama khususnya dalam Kitab Keluaran, sehingga dapat di aplikasikan  dalam  kepemimpinan  gereja  masa  kini.  Gereja  pada  masa  kini  mengalami  banyak tantangan, terutama dalam hal kepemimpinan rohani. Pemilihan kepemimpinan kadang kala tidak lagi memperhatikan kualifikasi secara Alkitabiah. Motif kepemimpinan rohani juga bergeser, dari keinginan  untuk  melayani  Allah  dan  umat-Nya  kepada  materialistik  dan  jabatan  dalam  gereja. Kepemimpinan Musa adalah kepemimpinan yang Alkitabiah dimana Allah sendiri yang memilih dan memanggilnya. Motivasi dasarnya adalah hanya untuk menjalankan perintah, hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan  Allah  sendiri.  Model  atau  prinsip-prinsip  kepemimpinan  Musa  baik  dalam pengambilan  keputusan,  kualifikasi  maupun  menajemen  yang  digunakan  beelandarkan  perintah Allah. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan hermeneutik untuk   melihat   berbagai   masalah   dan   fenomena,   sehingga   menemukan   objek   riset   teologi kepemimpinan secara subjektif.