Abstract: The purpose of writing this scientific paper is to find the model or principles of Moses’s leadership in the Old Testament, especially in the book of Exodus, so that it can be applied in today’s church leadership. The church today is experiencing many challenges, especially in terms of spiritual leadership. Leadership election sometimes no longer pays attention to Biblical qualifications. Spiritual leadership motives also shifted, from a desire to serve God and His people to materialism and office in the church. Moses leadership is Biblical leadership where God himself chose and called him. The basic motivation is simply to carry out God’s own commandments, laws and statutes. The model or principles of Moses leadership both in decision making, qualifications and management are used based on God’s commands. The methodology used is qualitative with a descriptive and hermeneutic approach to look at various problems and phenomena, so as to find subjective research objects of leadership theology. Abstrak: Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menemukan model atau prinsip-prinsip kepemimpinan Musa dalam Perjanjian lama khususnya dalam Kitab Keluaran, sehingga dapat di aplikasikan dalam kepemimpinan gereja masa kini. Gereja pada masa kini mengalami banyak tantangan, terutama dalam hal kepemimpinan rohani. Pemilihan kepemimpinan kadang kala tidak lagi memperhatikan kualifikasi secara Alkitabiah. Motif kepemimpinan rohani juga bergeser, dari keinginan untuk melayani Allah dan umat-Nya kepada materialistik dan jabatan dalam gereja. Kepemimpinan Musa adalah kepemimpinan yang Alkitabiah dimana Allah sendiri yang memilih dan memanggilnya. Motivasi dasarnya adalah hanya untuk menjalankan perintah, hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan Allah sendiri. Model atau prinsip-prinsip kepemimpinan Musa baik dalam pengambilan keputusan, kualifikasi maupun menajemen yang digunakan beelandarkan perintah Allah. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan hermeneutik untuk melihat berbagai masalah dan fenomena, sehingga menemukan objek riset teologi kepemimpinan secara subjektif.
Copyrights © 2024