Fajar Hendro Utomo
Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Building School Climate As A Learning Organization Fauzan Fauzan; Moh. Dannur; Aldo Redho Syam; Mada Sutapa; Fajar Hendro Utomo; Alfiansyah Alfiansyah
Aqlamuna: Journal of Educational Studies Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/aqlamuna.v2i1.365

Abstract

The success of learning activities is largely determined by the climate and culture at school. The formation of a climate and culture that supports optimal learning activities in schools is also determined by the ability of all school stake holders, especially teachers as the main actors in teaching at school. The nature of learning in schools is not only inherent in students, but it is a must for all components, teachers, staff, and students. Therefore, all school components must understand the importance of the concept of school as a learning organization so that their capabilities increase in line with the changes and challenges of the times. The concept of learning organization coined by Peter Senge with five main principles that become the main pillars of the learning organization are personal mastery, mental models, shared vision, team learning, and systems thinking. These five principles are interrelated and reinforced in the practice of education to create a school as a learning organization. This study aims to emphasize and understand the cultivation of the five principles of Peter Senge's learning organization so as to create a learning climate and culture in schools. Abstrak Keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat ditentukan oleh iklim dan budaya di sekolah. Terbentuknya iklim dan budaya yang mendukung optimalnya kegiatan pembelajaran di sekolah juga ditentukan oleh kemampuan seluruh stake holder sekolah terutama guru selaku aktor utama dalam pengajaran di sekolah. Hakikat belajar di sekolah tidak hanya melekat dalam diri siswa, tetapi menjadi keharusan bagi seluruh komponen, guru, staf, dan siswa. Karenanya, seluruh komponen sekolah harus memahami pentingnya konsep sekolah sebagai organisasi pembelajar agar kapabilitas mereka meningkat searah perubahan dan tantangan zama. Konsep learning organization yang dicetuskan oleh Peter Senge dengan lima prinsip utama yang menjadi pilar utama organisasi pembelajar yaitu personal mastery, mental models, shared vision, team learning, dan systems thinking. Kelima prinsip ini saling terkait dan menguatkan dalam praktek Pendidikan untuk menciptakan sekolah sebagai organisasi pembelajar. Kajian ini bertujuan memberikan penekanan dan pemahaman penanaman ke lima prinsip learning organization Peter Senge sehingga tercipta iklim dan budaya belajar di sekolah
PERANCANGAN TRAINING CENTER PERSETA 1970 DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MULTISTILISTIK Yudha Nesa Suharto; Fajar Hendro Utomo
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perseta 1970 merupakan klub sepak bola lokal di Kabupaten Tulungagung yang menunjukkan kemajuan pesat meskipun baru berdiri secara resmi dalam waktu singkat. Sayangnya, tim ini masih mengalami keterbatasan fasilitas latihan, yang berdampak pada optimalisasi performa para pemain. Oleh karena itu, tugas akhir ini merancang sebuah training center dengan pendekatan arsitektur multistilistik yang menggabungkan gaya modern, tradisional, dan industrial, serta dibalut dengan konsep green architecture sebagai wujud kepedulian terhadap isu pemanasan global dan efisiensi energi. Proses perancangan dilakukan melalui analisis tapak, studi literatur, survei referensi, penerapan standar UEFA, dan prinsip desain universal untuk menciptakan kawasan yang fungsional, estetis, representatif, serta berkelanjutan. Hasilnya adalah rancangan kompleks training center yang mencakup lapangan latihan indoor dan outdoor, ruang kebugaran, fasilitas medis dan rehabilitasi, kantor manajemen, asrama pemain, ruang edukasi, serta area publik penunjang aktivitas sosial. Bangunan dirancang dengan memanfaatkan cahaya alami, ventilasi silang, panel surya, dan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet lokal secara menyeluruh serta menjadi contoh inspiratif pembangunan fasilitas olahraga yang mendukung pelestarian lingkungan, efisiensi energi, dan mencerminkan identitas budaya serta karakter daerah setempat.
Eduwisata Kuliner Tradisional Tulungagung dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Kontemporer Erna Diana; Ryski Dwi Pratowo; Fajar Hendro Utomo
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tulungagung memiliki potensi yang besar dalam sektor wisata kuliner, salah satunya kuliner tradisional. Walaupun Pemerintah Kabupaten Tulungagung sudah berusaha mengembangkan kawasan wisata kuliner yang ada, akan tetapi belum dapat berjalan dengan baik, terbukti rendahnya pengunjung “Kawasan Kuliner Halal KAI” dan keberadaanpelaku UMKM di tepi jalan serta parkir pengunjung sembarangan di “Kawasan Wisata Kuliner Pinka Lembupeteng” membuat kemacetan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menciptakan tempat yang memfasilitasi UMKM kuliner tradisional sekaligus menjadi tempat yang edukatif dan rekreatif yang memberikan pengalaman pembelajaran dan liburan dalam satu kawasan. Perancangan ini mengusung tema arsitektur tropis kontemporer, dengan mempertimbangkan kondisi iklim tropis di Kabupaten Tulungagung. Menekankan desain bangunan yang responsif terhadap iklim tropis dengan menerapkan bukaan lebar dan ventilasi silang, teritisan lebar, dan penggunaan material alam, dengan gaya yang lebih baru, ekspresif dengan bentuk atap bangunan ayam jago. Fasilitas dalam perancangan ini mencangkuprestoran tradisa, bale edukasi, kantor pengelola, mushola, tempat bermain dan fasilitas pendukung lainnya yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi dan mengenalkan kuliner tradisional Tulungagung.