Fernanda, Yogi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MINANGKABAU ADOLESCENT PARENTING STYLES AND THE RISK OF SUBSTANCE USE Fernanda, Yogi; Fransiska, Mellia; Alhamda, Syukra
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v15i3.1165

Abstract

Bukittinggi has a significant increase in drug abuse, from 67 cases in 2022 to 100 cases in 2023 (33%). One of the factors that effect to drug abuse among adolescent was the parenting style. This study aims to determine the relationship between parenting and the risk of drug abuse and analyse the parenting style of adolescent drug abuser. This study was a Mix Method research on the Explanatory Sequential Design model. The quantitative research involved 143 Minangkabau adolescents and the informants are addiction counselors, community leaders, drug abuser and parents. Quantitative data was collected using questionnaires and qualitative data with interview guidelines. Quantitative data analysis with computer programs. Descriptive analysis to see the distribution of variable frequencies and bivariate analysis to see the relationship between parenting and the risk of drug abuse. The test used was the Chi-Square test. As for qualitative data, theme analysis is used to obtain an overview of the object being studied. The results of the study stated that there was a relationship between parenting style and the risk of drug abuse in adolescents with a value of p = 0.015 (p<0.05). The result of qualitative research form the six informants support the hypothesis. Conclusion: parenting style have a meaningful relationship with the risk of drug abuse in adolescents and the qualitative data also explained the same thing. Factors that caused adolescent to use the drug were the absence of togetherness in the family and infrequent communication with his parents. That means the qualitative data support the hypothesis result.
BULLYING DI SEKOLAH DASAR: PENGERTIAN, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN SOLUSI Harahap, Erlina; Dela, Vitria Larseman; Mulyani, Heni; Fernanda, Yogi; Reza, Ahmad; Idayanti, Rahma; Yanti, Niaramada
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i2.143-148

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan anak dan remaja di sekolah. Bullying tidak hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa kekerasan verbal, sosial, dan maupun digital. Penting bagi kita untuk memahami dampak negatif perundungan dan bagaimana mencegahnya, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Salah satu perilaku siswa yang banyak diperbincangkan adalah perilaku bullying sebagai bentuk penindasan terhadap korban yang lemah dengan melakukan hal-hal yang tidak disukai secara berulang. Perilaku ini tidak dapat diterima dalam kehidupan sosial. Secara fisik, pelaku bullying tidak selalu berasal dari anak yang bertubuh besar dan kuat. Anak dengan postur kecil atau sedang pun dapat menjadi pelaku apabila memiliki pengaruh atau dominasi psikologis yang kuat di antara teman-temannya. Penelitian difokuskan pada upaya mencengah bullying di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak tentang bullying itu sendiri mulai dari pengertian, bullying, pencegahan dan solusi terhadap tindakan bullying. Pendekatan yang dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan observasi dan wawancara. Adapun hasil hasil layanan informasi yang didapatkan bahwa masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal apa itu bullying. Walaupun sesungguhnya beberapa siswa pernah mengalami dan diperlakukan kasar oleh teman ataupun guru disekolah. Anak- anak yang menjadi korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan, dan masalah tidur yang mungkin berlanjut hingga dewasa. Bertindak tegas terhadap pelaku bullying juga merupakan langkah penting dalam menangani kasus bullying. Tindakan tegas tidak berarti bersikap kasar, namun bertujuan untuk membuat pelaku bullying menyadari kesalahannya dan menanggung konsekuensi atas perbuatannya.