Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multigravida hamil 35 minggu dengan partus prematurus imminens janin tunggal hidup letak lintang Fonda Octarianingsih Shariff; Ahmad Murtado
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.568

Abstract

Abstract A 35-year-old multigravida patient, 35 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of leaking amniotic fluid and bloody mucus from the birth canal since 14:00 WIB. The complaints were accompanied by cramps (+). Blood pressure was 120/80 mmHg, pulse 82 beats per minute, respiratory rate 22 breaths per minute, temperature 36.7°C, and oxygen saturation 99%. Hematology findings revealed a decrease in rod leukocytes (1%), an increase in segmented leukocytes (73%), and a decrease in platelets (122.000/μL). Ultrasonography (USG) findings showed a single fetus with a gestational age of 35 weeks and 5 days. The estimated delivery date is November 26, 2024, with an abdominal circumference (AC) of 30.7 cm. The diagnosis in this case is a 35-week pregnant multigravida with imminent premature labor and a single live fetus in transverse lie. The management for this patient includes observation of the general condition, regular TTV checks, and hospitalization with the following treatments: observation of TTV and GCS, advising the mother to rest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2×2 amps, and Inj. Cefazolin 2×1 g IV. The prognosis in this patient is Dubia ad bonam Keywords: Imminent Preterm Labor; Living Fetus in Lie; Pregnancy. Pasien usia 35 tahun Multigravida hamil 35 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan keluar air ketuban dan lendir darah dari jalan lahir sejak 14.00 wib. Keluhan disertai mulas (+). Tekanan Darah 120/80 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 22 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan Penurunan jenis leukosit batang (1%), peningkatan jenis leukosit segmen (73%), penurunan trombosit (122.000 ul). Pada pemeriksaan penunjang Ultrasonografi (USG) didapatkan kesan Tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 35 minggu 5 hari. Perkiraan persalinan pada tanggal 26 November 2024. Abdominal Circumferential (AC) 30,7 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida hamil 35 minggu dengan Partus Prematurus Imminens Janin Tunggal Hidup Letak Lintang. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2x2 amp, Inj. Cefazoline 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Letak Lintang; Partus Prematurus Imminens.
Intervensi Pengetahuan Dan Sikap Tentang Iva Test Terhadap Wanita Usia Subur Di Desa Sukajaya Angga Angga Wahyu Tri Wibowo; Samino; Ahmad Murtado; Ara Yuliasari RS; Fitria Karmi; Putri Amsa Tiara Diksa; Sofia Hirsya; Yesi Mandasari; Yogi Ari Ghopican
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v3i1.26

Abstract

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Berdasarkan data WHO, sebagian besar kasus baru ditemukan pada stadium lanjut karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode skrining yang direkomendasikan karena murah, mudah, dan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Namun, tingkat pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur (WUS) terhadap pemeriksaan ini masih rendah, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap WUS mengenai pemeriksaan IVA melalui edukasi langsung dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 1 Sukajaya Induk, Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 35 responden WUS. Pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,034) peserta setelah dilakukan intervensi. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penyuluhan yang disampaikan secara langsung dengan metode interaktif lebih mudah dipahami dan membangun rasa percaya diri responden untuk melakukan pemeriksaan IVA. Keterlibatan aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi. Hasil ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat sangat efektif dalam mengubah perilaku preventif dan mendorong partisipasi WUS dalam deteksi dini kanker serviks. Diharapkan program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya ke wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan individu, tetapi juga mendukung program nasional pencegahan kanker serviks secara lebih luas.