Fonda Octarianingsih Shariff
Universitas Malahayati

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Multigravida hamil 35 minggu dengan partus prematurus imminens janin tunggal hidup letak lintang Fonda Octarianingsih Shariff; Ahmad Murtado
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.568

Abstract

Abstract A 35-year-old multigravida patient, 35 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of leaking amniotic fluid and bloody mucus from the birth canal since 14:00 WIB. The complaints were accompanied by cramps (+). Blood pressure was 120/80 mmHg, pulse 82 beats per minute, respiratory rate 22 breaths per minute, temperature 36.7°C, and oxygen saturation 99%. Hematology findings revealed a decrease in rod leukocytes (1%), an increase in segmented leukocytes (73%), and a decrease in platelets (122.000/μL). Ultrasonography (USG) findings showed a single fetus with a gestational age of 35 weeks and 5 days. The estimated delivery date is November 26, 2024, with an abdominal circumference (AC) of 30.7 cm. The diagnosis in this case is a 35-week pregnant multigravida with imminent premature labor and a single live fetus in transverse lie. The management for this patient includes observation of the general condition, regular TTV checks, and hospitalization with the following treatments: observation of TTV and GCS, advising the mother to rest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2×2 amps, and Inj. Cefazolin 2×1 g IV. The prognosis in this patient is Dubia ad bonam Keywords: Imminent Preterm Labor; Living Fetus in Lie; Pregnancy. Pasien usia 35 tahun Multigravida hamil 35 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan keluar air ketuban dan lendir darah dari jalan lahir sejak 14.00 wib. Keluhan disertai mulas (+). Tekanan Darah 120/80 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 22 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan Penurunan jenis leukosit batang (1%), peningkatan jenis leukosit segmen (73%), penurunan trombosit (122.000 ul). Pada pemeriksaan penunjang Ultrasonografi (USG) didapatkan kesan Tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 35 minggu 5 hari. Perkiraan persalinan pada tanggal 26 November 2024. Abdominal Circumferential (AC) 30,7 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida hamil 35 minggu dengan Partus Prematurus Imminens Janin Tunggal Hidup Letak Lintang. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2x2 amp, Inj. Cefazoline 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Letak Lintang; Partus Prematurus Imminens.
G4P3A0 Hamil 37 Minggu Dengan Preeklamsia Berat Dea Putri Egiestine; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.569

Abstract

Abstract  A 30-year-old patient G4P3AO, 37 weeks pregnant, came to the Emergency Room of RSBAH ​​Bandar Lampung with complaints of shortness of breath since 02.00 WIB, complaints accompanied by dizziness, nausea, blurred vision and swelling in the legs since 1 month ago. The patient said she had only been diagnosed with hypertension since the current pregnancy. In the patient's family there is a history of hypertension in the father and a history of diabetes mellitus in the patient's mother. Blood Pressure 190/100 mmHg, Pulse Rate 81x/minute, Respiratory Rate 22x/minute, Temperature 36.6°C, Oxygen Saturation 97%. In the hematology supporting examination, a decrease in Hemoglobin (11.8 g/dl), an increase in Leukocytes (18,200 ul), a decrease in Hematocrit (32%) was found. In the USG supporting examination on 10-28-2024, a single fetus was seen with a gestational age of 36 weeks 5 days, Estimated Fetal Weight 1976 grams, in Abdominal Circumferential (AC) / estimated abdominal circumference size in the fetus 28.36 cm, in Femur Length (FL) / estimated length of the fetal thigh bone 5.96 cm and estimated delivery on December 2, 2024. The management received by the patient is observation of general condition, regular TTV checks, indications for cesarean section surgery are given IVFD RL xx tpm therapy, Nifedipine 2x1 tab, Inbion 2x1 tab, Cefadroxil 2x1. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: High Blood Pressure; Pregnancy; Severe Preeclamsia.   Pasien usia 30 tahun G4P3AO hamil 37 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan sesak napas sejak pukul 02.00 WIB keluhan di sertai pusing,mual,pandangan berkunang kunang dan bengkak pada tungkai sejak 1 bulan yang lalu. Pasien mengatakan baru terkena penyakit hipertensi semenjak kehamilan sekarang.Pada keluarga pasien terdapat riwayat penyakit hipertensi pada ayah dan riwayat diabetes melitus pada ibu pasien. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 190/100 mmHg, denyut nadi 81x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 36,6°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin (11,8 g/dl), peningkatan leukosit (18.200 ul), penurunan hematokrit (32%).Pada pemeriksaan penunjang USG pada tanggal 28-10-2024 didapatkan tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 36 minggu 5 hari , perkiraan berat janin 1976 gram, pada Abdominal Circumferential (AC)/ perkiraan ukuran lingkar perut pada janin 28,36 cm, pada Femur Length (FL)/ perkiraan panjang tulang paha janin 5,96 cm dan perkiraan persalinan pada tanggal 2 Desember 2024. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi operasi sectio caesarea diberikan terapi IVFD RL xx tpm, Nifedipine 2x1 tab,Inbion 2x1 tab ,Cefadroxil 2x1.Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Preeklamsia Berat; Tekanan Darah Tinggi.
Primigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Febi Susanto; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.571

Abstract

Abstract The patient came to the Obgyn Polyclinic at Bintang Amin Hospital with G1P0A0 7 weeks pregnant with complaints of vomiting more than 10 times per day accompanied by nausea, weakness and sometimes dizziness. But the patient said the weight increased drastically during pregnancy. First menstruation at the age of 14 years, menstruation lasted 7 days, the patient changed sanitary napkins twice a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 90/80 mmHg, pulse 72x/minute, respiratory rate 20x/minute, temperature 36.7 °C, oxygen saturation 98%. The internal vaginal examination was not carried out. On hematology supporting examination, it was found that the leukocytes were increased to 11,100 ul, the hematocrit decreased by 35%. On ultrasound examination, it was found that A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. The diagnosis in this case is primigravida with hyperemesis gravidarum. The treatment received by the patient was IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, ondansetron inj 3x1amp, antacid syr 3x1c/oral. The prognosis for this patient is dubia ad bonam. Keywords: HEG; Pregnant; Vomiting. Pasien datang ke Poliklinik Obgyn Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 7 minggu dengan keluahan muntah sudah lebih dari 10 kali perhari disertai mual, lemas dan terkadang pusing. Tetapi os mengatakan berat badan meningkat secara drastis saat hamil.Haid pertama pada umur 14 tahun, haid selama 7 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 2x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 90/80 mmHg, denyut nadi 72 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36.7 °C, saturasi oksigen 98%. Pada Pemeriksaan dalam vaginal tocher tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan peningkatan leukosit 11.100 ul, penurunan hematokrit 35 %. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan hiperemesis gravidarum. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, inj ondansetron 3x1amp, antasida syr 3x1c/oral. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; HEG; muntah.
Primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome Balqist Ar Rahmah; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.572

Abstract

The patient came to the emergency department at Bintang Amin Hospital with G1P0A0, 33 weeks pregnant with tight abdominal pain since 1 week ago. The patient said she felt nauseous and that the patient was pregnant with twins. Blood mucus (-), water-water (-). First menstruation at the age of 12 years, menstruation lasts 4-5 days, patient changes sanitary napkins 3 times a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 110/60 mmHg, pulse 126 x/minute, respiratory rate 20 x/minute, temperature 36.5 °C, oxygen saturation 99%. On external examination DJJ: A. 155x/minute, B: 157x/minute, TFU: 40cm, HIS: 2x10'20'', internal examination of vaginal tocher no opening. On hematological investigations, a decrease in hemoglobin was found to be 11.4 g/dl, a decrease in hematocrit of 34%, a decrease in MCV of 74 fl and MCH of 25 pg. On ultrasound examination, A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. The diagnosis in this case is primigravida with twin-to-twin transfusion syndrome. The treatment received by the patient was IVFD RL 20 tpm + protein drip 1 amp/8 hours, dexamethasone 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. The prognosis in this patient is dubia. Keywords: Gemelli; Pregnant; TTTS. Pasien datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 33 minggu dengan keluahan perut terasa kencang sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan terasa mual dan pasien hamil kembar. Lendir darah (-), air-air (-). Haid pertama pada umur 12 tahun, haid selama 4-5 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 3x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 110/60 mmHg, denyut nadi 126 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pada Pemeriksaan luar DJJ: A. 155x/menit, B: 157x/menit, TFU: 40cm, HIS: 2x10’20’’, pemeriksaan dalam vaginal tocher belum ada pembukaan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin dengan 11,4 g/dl, penurunan hematokrit 34 %, penurunan MCV 74 fl dan MCH 25 pg. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm + proterin drip 1 amp/8jam, dexametason 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia. Kata Kunci: Gemelli; Hamil; TTTS.
Multigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Heny Tri Andayani; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.573

Abstract

Multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). The patient came to the Emergency Room of Bintang Amin Hospital with G3P2A0 pregnancy 11 weeks with complaints of vomiting more than 5 times since morning accompanied by nausea. The patient said her body felt weak, dizzy, and had pain in the stomach. On physical examination, vital signs were obtained including blood pressure 95/27 mmHg, pulse 105 x / minute, respiratory rate 21x / minute, temperature 36.9°C, oxygen saturation 97%. On external examination, it was found that the abdomen was slightly convex, surgical scars (-), abnormalities (-) and palpation of the uterine fundus was not palpable, tenderness (-), mass (-). External examination was not performed. On hematology supporting examination, it was found that Hemoglobin and Leukocytes were within normal limits, while there was a decrease in erythrocytes of 4.1 ul and an increase in MCH 32 pg. Complete urine examination found leukocytes +++/(500), protein +/(50), and ketones ++++/(150). The diagnosis in this case is multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). Management in this patient is IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansetron 3x1 amp/iv, antacid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Keywords: First Trimester Complaints; Hiperemesis Gravidarum. Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bintang Amin dengan G3P2A0 hamil 11 minggu dengan keluhan muntah lebih dari 5x sejak pagi disertai mual. Pasien mengatakan badan terasa lemas, pusing, dan nyeri pada bagian perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 95/27 mmHg, denyut nadi 105 x/menit, laju pernapasan 21x/menit, suhu 36,9°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan luar didapatkan inspeksi perut agak cembung, luka bekas operasi (-), kelainan (-) dan palpasi fundus uteri tidak teraba, nyeri tekan (-), massa (-). Pada pemeriksaan luar tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan untuk Hemoglobin dan Leukosit dalam batas normal sedangkan terjadi penurunan pada eritrosit 4,1 ul dan peningkatan pada MCH 32 pg. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan leukosit +++/ (500), protein +/ (50), dan keton ++++/ (150). Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida dengan Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penatalaksanaan pada pasien ini adalah IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansentron 3x1 amp/iv, antasid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum; Keluhan Trimester Pertama.
G3p2a0 38 Minggu Inpartu Gawat Janin Dengan Riwayat Pengobatan Tuberkulosis (TB) Maria Annisa; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.750

Abstract

Abstract Patient Mrs. S, aged 31 years old, came to the Emergency Room of Pertamina Bintang Amin Hospital on December 26, 2024 at 20.50 WIB with complaints of fluid coming out of the birth canal since 7 days before entering the hospital. The patient said that the cramps and lower abdominal pain felt intermittent. The patient said that the fluid had an unpleasant odor and blood mucus. Previously, the patient had a history of TB and had undergone TB treatment (OAT) for 5 months. The patient's family had no history of tuberculosis. From the physical examination, the vital signs were within normal limits. On the internal Gynecological examination, the inspection found a cloudy fluid mixed with a little blood. On the physical examination, the vital signs were obtained including Blood Pressure 125/80 mmHg, Pulse 87 x / minute, Respiratory Rate 20 x / minute, Temperature 36.5 ° C, Oxygen Saturation 99%. On examination of DJJ found 160x/minute, TFU 30 cm and His 2x10 minutes 10 seconds. On examination of the genitals found Inspection Abnormalities (-), Vaginal Touche examination 2 cm, and Amniotic (+). The diagnosis in this case is G3P2A0 Pregnant 38 weeks Inpartu Kala 1 active phase JTH Preskep with a history of Tuberculosis. The management received by the patient is observation of general condition, check TTV regularly, indication of hospitalization with treatment: Observation of TTV and GCS, advise the mother to bed rest, IVFD RL xx tpm, Inj. Ceftriaxone 2x1 gr/iv. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: Fetal Distress; Pregnant; Tuberculosis.  Pasien Ny.S, usia 31 tahun datang ke IGD RS Pertamina Bintang Amin pada tanggal 26 Desember 2024 pukul 20.50 WIB dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 7 hr sebelum masuk Rumah Sakit.Pasien mengatakan mules-mules dan nyeri perut bagian bawah terasa hilang timbu. Pasien mengatakan cairan sempat berbau tidak enak dan keluar lendir darah Sebelumnya Pasien memiliki riwayat penyakit TB dan sudah mengikuti pengobatan TB (OAT) selama 5 bulan. keluarga pasien tidak ada riwayat tuberculosis Dari pemeriksaan fisik didapatkan Tanda-tanda vital dalam dalam batas normal. Pada pemeriksaan Ginekologi bagian dalam didapatkan inspeksi adanya keluar cairan berwarna keruh dan bercampur sedikit darah Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya Tekanan Darah 125/80 mmHg, Denyut Nadi 87 x/menit, Laju Pernapasan 20 x/menit, Suhu 36,5 °C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan DJJ didapatkan 160x/ menit, TFU 30 cm dan His 2x10 menit 10 detik. Pada pemeriksaan dalam genital didapatkan Inspeksi Kelainan (-), pemeriksaan Vaginal Touche 2 cm, dan Ketuban (+). Diagnosis pada kasus ini yaitu G3P2A0 Hamil 38 minggu Inpartu Kala 1 fase aktif JTH Preskep dengan riwayat Tuberkulosis. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL xx tpm, Inj. Ceftriaxone 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Gawat Janin; Hamil; Tuberkulosis.  
Primigravida dengan hiperemesis gravidarum + kista ovari Diar Muhammad Haerulloh; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.813

Abstract

A 28-year-old patient came to the emergency room of Bintang Amin Hospital with complaints of vomiting approximately 6 times since noon accompanied by nausea. The patient said that abdominal pain was like cramps from 2 hours of SMRS and lately had no appetite due to nausea. Blood pressure 110/75 mmHg, pulse rate 94 x/min, respiratory rate 20x/min, temperature 36.2 °C, oxygen saturation 99%. In the abdominal palpation examination, suprapubic (+) pressure pain was obtained. In the hematological support examination, a decrease in hemoglobin was obtained by 11.1 g/dl, a decrease in hematocrit by 31%, a decrease in MCV of 79 fl, an increase in leukocytes of 23,000 ul and in a complete urine examination, leukocytes H+/(75), Protein H+/(50), ketones HH++++/(150), urobilinogen +/(2) were obtained. Ultrasound examination was obtained D:9.50, D:4.68, GS: not yet visible. The diagnosis in this case is primigravida with hyperemesis gravidarum + ovarian cyst. The management obtained by the patient is observation of complaints, IVFD RL + 1amp neurobion gtt 20 3, pronalges supp, inj ondansetron 2x1 amp, paracetamol 3x500mg. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: HEG; Ovarian Cysts; Vomiting. Pasien usia 28 tahun datang ke IGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan keluhan muntah kurang lebih 6x sejak siang disertai mual. Pasien mengatakan nyeri perut seperti keram dari 2 jam SMRS dan akhir akhir ini tidak nafsu makan karna mual. Tekanan darah 110/75 mmHg, denyut nadi 94 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36,2 °C, saturasi oksigen 99%. Pada pemeriksaan abdomen palpasi didapatkan nyeri tekan (+) suprapubik. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin dengan 11,1 g/dl, penurunan hematokrit 31 %, penurunan MCV 79 fl, peningkatan leukosit 23.000 ul dan pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan leukosit H+/(75), Protein H+/(50), keton HH++++/(150), urobilinogen +/(2). Pemeriksaan USG didapatkan D:9.50, D:4.68, GS:belum tampak. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan hiperemesis gravidarum+kista ovari. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keluhan, IVFD RL + 1amp neurobion gtt 20 3, pronalges supp, inj ondansetron 2x1 amp, paracetamol 3x500mg. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: HEG; Muntah; Kista Ovari.
Abortus Infeksiosa diana hermawati; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.856

Abstract

A 24-year-old patient came to the Bintang Amin Hospital Emergency Room with a complaint of pelvic pain 2 days ago. Pasiem said a little blood came out of the birth canal and weakness, fever, lower abdominal pain, headache, if BAK hurts. Sometimes os feels the heart pounding. The history of abortion 5 days ago. On the physical examination, vital signs were found, including blood pressure 122/67 mmHg, pulse rate 120 x/minute, respiratory rate 22x/minute, temperature 38.5 °C, oxygen saturation 99%. Head to toe physical examination found that there was pressure pain (+) suprasymphysis on palpation. On examination in the inspection of the presence of blood coming out of the birth canal and no vaginal inspeculo. In the haematological support examination, a decrease in haemoglobin was obtained, 11.4 g/dl, an increase in leucocytes by 12,100 ul, a decrease in MCH of 26 pg, a decrease in MCHC of 32 g/dl. In a complete urine test, an increase in leucocytes was found +++/(500), an increase in urobilinogen +/(2), an increase in faint blood +++/(300), an increase in leucocyte sediment 13-15, an increase in erythrocyte sediment 12-13, a lot of epithelial sediment, a little bacterial sediment. On ultrasound examination obtained D 3.55 cm, D 0.62 cm. The diagnosis in this case is an infectious abortion. The treatment obtained by the patient is IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2 vaginal tabs 6 hours before curettage, 2x1 curettage, 3x1 treatment, curettage plan. Pasien usia 24 tahun datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan keluhan nyeri panggul sudah 2 hari yang lalu. Pasiem mengatakan keluar darah sedikit dari jalan lahir dan lemas, demam, nyeri perut bagian bawah, nyeri kepala, jika BAK nyeri terkadang os merasakan jantung berdebar. Riwayat abortus 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 122/67 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 38,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan fisik head to toe didapatkan adanya nyeri tekan (+) suprasimfisis pada palpasi. Pada Pemeriksaan dalam inspeksi adanya keluar darah dari jalan lahir dan tidak dilakukan inspekulo vagina. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan p enurunan hemoglobin 11,4 g/dl, peningkatan leukosit 12.100 ul, penurunan MCH 26 pg, penurunan MCHC 32 g/dl. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan peningkatan leukosit +++/(500), peningkatan urobilinogen +/(2), peningkatan darah samar +++/(300), peningkatan sedimen leukosit 13-15, peningkatan sedimen eritrosit 12-13, banyak sedimen epitel, sedikit sedimen bakteri. Pada pemeriksaan USG didapatkan D 3.55 cm, D 0.62 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu abortus infeksiosa. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2tab pervaginam 6 jam sebelum kuret, cefat 2x1, lapistan 3x1, rencana kuret.  
Multigravida hamil 39 minggu dengan ketuban pecah dini dan riwayat operasi caesar Esy Tri handiani; Fonda Octarianingsih Shariff
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.857

Abstract

A 38-year-old patient with G6P5A0, 39 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of abdominal cramps since 2:15 PM. The abdomen felt tense, and contractions became more frequent with longer durations. The patient reported leaking fluids from the vagina (+) and bloody mucus (+) since the previous night, as well as intermittent pain. The patient has a history of one previous cesarean section (C/S) for her 5th child. The vital signs were as follows: Blood Pressure 114/72 mmHg, Pulse Rate 82 bpm, Respiratory Rate 21 breaths/min, Temperature 36.7°C, Oxygen Saturation 98%. On hematological examination, a decrease in hemoglobin (8.9 g/dL), hematocrit (28%), erythrocyte count (3.4 x10^6/µL), MCH (27 pg), MCHC (31 g/dL), and Hct were noted, along with a decrease in the percentage of eosinophils (0%) and lymphocytes (12%), and an increase in neutrophils (85%). On abdominal examination, there was a scar from a previous C-section. On the anogenital examination, 20 cc of clear amniotic fluid was noted, and vaginal touch revealed a thin cervix, 1 cm dilation, cephalic presentation, low station, and spontaneous rupture of membranes with 50 cc of fluid. The pre-labor diagnosis for this case was G6P5A0, 39 weeks gestation with Premature Rupture of Membranes and a history of Cesarean Section. The post-labor diagnosis was P6A0, spontaneous vaginal delivery with VBAC. Pre-labor management included monitoring vital signs and GCS, observation of DJJ, IVFD RL 20 drops per minute, Cefadroxil 2x1, Mefenamic acid 3x1, Inbion 2x1, Misoprostol 2 tablets per rectal. Post-labor management included monitoring vital signs, general condition, and bleeding, IVFD RL with oxytocin infusion 1 amp, Cefadroxil 2x1 tablets, Mefenamic acid 3x1 tablets, Inbion 2x1 tablets. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: Pregnancy; Premature Rupture of Membranes; VBAC.   Pasien usia 38 tahun dengan G6P5A0 hamil 39 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan perut terasa mulas sejak siang pukul 14.15. Perut terasa kencang dan semakin sering dengan durasi semakin lama. Pasien merasa keluar air-air dari jalan lahir (+), lendir darah (+) sejak semalam, serta nyeri yang hilang timbul. Pasien terdapat riwayat SC 1 kali pada anak ke 5. Tekanan Darah 114/72 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 21 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 98%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin (8,9 gr/dl), penurunan hematokrit (28%), penurunan eritrosit (3,4 10^6/µL), penurunan MCH (27pg), penurunan MCHC (31 g/dl), penurunan Hit. Jenis Leukosit Eosinofil (0%), penurunan Hit. Jenis Leukosit limfosit (12%), dan peningkatan pada Hit. Jenis Leukosit Neutrofil (85%). Pada pemeriksaan luar abdomen terdapat luka bekas operasi (riwayat SC). Pada anogenital di Pengeluaran pervaginam terdapat air ketuban yang tidak berbau dengan volume 20 cc. Pada vaginal touch porsio teraba tipis, pembukaan 1 cm dengan presentasi kepala, penurunan HI, dan ketuban pecah spontan dengan volume 50 cc. Diagnosis pre persalinan pada kasus ini yaitu G6P5A0 Hamil 39 Minggu dengan KPD dan Riwayat SC Jth Preskep, dan diagnosis post persalinan pada kasus ini yaitu P6A0 PP Spontan dengan VBAC. Tatalaksana pre persalinan yang didapat oleh pasien yaitu Observasi TTV dan GCS, Observasi DJJ, IVFD RL 20 tpm, Cefadroxil 2x 1, Asam mefenamat 3 x 1, Inbion 2x 1, Misoprostol 2 tab per rectal. Tatalaksana post persalinan yaitu monitoring TTV, keadaan umum, dan perdarahan, IVFD RL+ 1 amp oxytocin gtt xx tpm, Cefadroxil 2x1 tab, Asam mefenamat 3x1 tab, Inbion 2x1 tab. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam.