Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Menggunakan Metode SAW Pada SMK PAB 1 Helvetia David Chandra; Arfiana Agustiana Tarigan; Mardiah Nasution
Jurnal Informatika Press Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Jurnal Informatika Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrakāˆ’Berdasarkan kurikulum yang berlaku, setia calon siswa SMA/SMK sederajat yang akan mendaftar sekolah akan menghadapi dilema pemilihan jurusan (penjurusan). Untuk itu, calon siswa diharapkan mampu untuk menilai minat, bakat serta kemampuannya agar tidak salah memilih jurusan yang akan diambilnya. Maka diperlukan suatu metode untuk membantu memilih jurusan. Metode SAW salah satunya. Metode SAW (Simple Addiptive Weighting) sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua alternatif yang ada. Penelitan ini bertujuan bagaiman membantuk pihak sekolah pada umumnya dengan memberikan solusi pemilihan jurusan bagi calon siswa. Sehingga didapat suatu manfaat dapat membantu memudahkan pihak sekolah pada umumnya memberikan bantuan pemilihan jurusan bagi calon siswa. Sehingga hasil akhirnya yang diinginkan didapat berdasarkan tujuan awal pembuatan sistem. Lebih mudah prosesnya dan dari segi waktu lebih efisien.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Dosen Teladan Di STMIK Logika Menggunakan Metode TOPSIS Arfiana Agustiana Tarigan; David Chandra
Jurnal Informatika Logika Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan dosen teladan merupakan proses penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan motivasi bagi tenaga pendidik di institusi pendidikan tinggi. STMIK Logika menghadapi tantangan dalam menentukan dosen teladan secara objektif dan terukur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna membantu proses seleksi dosen teladan secara sistematis dan berbasis data. Metode TOPSIS dipilih karena kemampuannya dalam menentukan alternatif terbaik berdasarkan kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif dan negatif. Kriteria penilaian yang digunakan dalam penelitian ini mencakup aspek kompetensi pedagogik, kinerja akademik, kontribusi penelitian, serta dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Sistem ini dirancang menggunakan pendekatan berbasis web agar mempermudah akses dan penggunaan oleh pihak akademik STMIK Logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi dosen teladan dengan tingkat akurasi dan objektivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam proses pemilihan dosen teladan di STMIK Logika.
Expert System for Diagnosing Post-Flood Diseases Using the Certainty Factor Method Based on Mobile Application David Chandra
Jurnal Armada Informatika Vol 10 No 1 (2026): Juni
Publisher : STMIK Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36520/jai.v10i1.286

Abstract

The post-flood condition is a critical phase highly susceptible to disease outbreaks such as Diarrhea, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Leptospirosis, Skin Diseases, and Acute Respiratory Infections (ARI). In these emergency situations, the speed and accuracy of diagnosis are determining factors for victims' safety. However, the reality on the ground shows that access to medical experts is often cut off due to damaged infrastructure, coupled with an unbalanced doctor-to-refugee ratio in disaster shelters. This study aims to develop a mobile-based (Android) expert system for post-flood disease diagnosis that can operate offline (offline-first architecture). This system applies the Certainty Factor method to handle the uncertainty of symptoms experienced by users, thereby providing an accurate percentage of disease confidence levels comparable to an initial diagnosis by a medical expert. The testing results show that the system successfully identified the five diseases with an accuracy rate of 88.5% based on 50 real-case test data. Usability testing using the System Usability Scale (SUS) yielded a score of 78, meaning the application is in the acceptable category and is easy to use by laypeople in disaster-prone areas.
Design of a Web-Based Student Council President Election Management Application Using the Simple Additive Weighting (SAW) Method Diaz Syahputra; Muhammad Hendri; Sahara Abdy; David Chandra
Jurnal Informatika Logika Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36520/kqxjmb84

Abstract

The election of the Student Council President is a routine school activity aimed at selecting a student leader democratically. However, manual election processes often encounter challenges such as time constraints, a lack of transparency, and the potential for vote-counting errors. To address these issues, this study designs a web-based Student Council President election management application utilizing the Simple Additive Weighting (SAW) method. The SAW method was selected for its ability to determine the best alternative based on predefined criteria weightings, thereby making the decision-making process more objective. A case study was conducted at SMKN 13 Medan, incorporating criteria such as leadership, communication, creativity, active participation, and personality. The research results indicate that implementing the web-based application enhances efficiency, transparency, and accuracy in the election process. Consequently, the system is expected to assist the school in conducting elections more effectively and in a manner that is modern and aligned with democratic principles.