Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik (2) untuk mengetahui karya seni yang dapat dibuat dari bahan anorganik (3) untuk mengetahui hambatan yang diperoleh siswa dalam pengolahan bahan anorganik menjadi karya seni di SDN 2 Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa kelas 6 SDN 2 Wolasi memiliki kemampuan yang yang cukup tinggi dalam menghasilkan karya seni dari bahan anorganik. Siswa menunjukkan kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk, warna, dan tekstur bahan anorganik dengan cara yang inovatif dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan anorganik dalam pembuatan karya seni dapat menjadi sarana yang efektif bagi siswa dalam berkarya. Selain siswa memiliki kemapuan dalam membuat karya seni, siswa juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dalam memotong, melipat, dan menyusun sampah anorganik menjadi karya seni yang diinginkan. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan dalam menggunakan alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan kerajinan. Siswa SDN 2 Wolasi dapat memanfaatkan bahan anorganik menjadi kerajinan tangan berupa bunga yang terbuat dari aneka botol bekas, tempat minuman dan hiasan gorden dari berbagai gelas-gelas minuman bekas dan Tas serta anyaman tikar yang terbuat dari berbagai plastic pembungkus makanan dan minuman.Faktor-faktor yang dapat menghambat kemapuan siswa dalam membuat kerajinan tangan dari bahan anorganik di SDN 2 Wolasi meliputi; (1) Kurangnya pengetahuan cara membuat karya seni dari bahan anorganik, (2) Siswa takut kotor, (3) kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, (4) Motivasi dan keterampilan, (5) tenaga Pendidik yang kurang kompeten di bidangnya