Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Affecting Factors Of Competitive Advantage: A Conceptual Model Development For Wooden Crafts Industry In Bali, Indonesia Ni Nyoman Adityarini Abiyoga Vena Swara; Ni Nyoman Kerti Yasa; I Gst Ngurah Jaya Agung Widagda K; Gede Suparna
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagaditha Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagaditha
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jj.12.1.2025.86-93

Abstract

The purpose of this study is to demonstrate the contribution of SMEs in increasing the attractiveness and value of Balinese tourism. SMEs achieve this by complementing the tourism sector and improving the overall tourism image through the creation of innovative products by Balinese craftsmen, which are strongly embedded in the arts and culture of Tri Hita Karana. The wood industry is the dominant craft sector in Bali, although its production capacity is still relatively modest compared to other industries. The competitive advantage of wood products is determined by several external and internal variables. This study uses a literature review methodology. Data analysis in the literature review includes the preparation and presentation of conclusions obtained from several data sources obtained. The result of this study is a theoretical framework that combines social media strategies and innovation as intermediary elements to reduce the negative impact of external and internal factors on competitive advantage. This study aims to increase knowledge in the field of management strategy, specifically focusing on the competitive advantage of Balinese wooden craft goods. Based on empirical research and interviews with participants in the wood craft business, it is hypothesized that three elements-competitive intensity, entrepreneurial orientation, and technological orientation-have an impact on competitive advantage.
Peningkatan Kapasitas Pokdarwis Desa Belumbang melalui Pelatihan Digital Marketing dan English for Tourism Putu Laksmita Dewi Rahmayanti; Ni Nyoman Kerti Yasa; I Gusti Ayu Dewi Adnyani; Pande Putu Juniarta; Kadek Kamalatmika Nammi; Ni Kadek Sumardi; Wayan Cherrie Hana Melati; I Made Wikrama Resindra; I Gusti Agung Sasih Gayatri
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ezn8n162

Abstract

Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan memiliki potensi wisata yang beragam, seperti bentang alam persawahan, aliran sungai, dan suasana pedesaan yang masih asri. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh kemampuan promosi digital yang optimal serta kompetensi komunikasi berbahasa Inggris dalam melayani wisatawan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pokdarwis melalui pelatihan digital marketing dan English for Tourism. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Desa Belumbang sebagai bagian dari Program Udayana Mengabdi 2026 yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan melibatkan anggota Pokdarwis sebagai peserta. Materi digital marketing difokuskan pada strategi promosi destinasi melalui media digital, sedangkan materi English for Tourism menitikberatkan pada komunikasi praktis dalam pelayanan wisatawan mancanegara. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi promosi digital, pentingnya penyusunan konten yang menarik, serta penggunaan ungkapan bahasa Inggris dalam pelayanan wisata. Antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas di bidang pemasaran digital dan komunikasi pariwisata. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kompetensi Pokdarwis sebagai upaya mendukung pengembangan Desa Belumbang sebagai desa wisata yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.