M Wahyu Ariawan
Universitas Mulawarman, Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Peran Pengajar Farmasi melalui Edukasi Implementasi Pelayanan Kefarmasian dalam Rangka Persiapan Kompetensi Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; M Wahyu Ariawan; Ratna Mildawati
Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner Vol. 1 No. 02 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang menuntut tenaga kefarmasian memiliki kompetensi profesional yang memadai. Tenaga pengajar farmasi memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi melalui kegiatan edukasi mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 di Gedung Adipadma II Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dalam rangka acara briefing komponen pelaksanaan Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Apoteker dengan jumlah peserta sebanyak 12 tenaga pengajar farmasi dari Universitas Kadiri dan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 62,50 pada pre-test menjadi 85,42 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 yang termasuk dalam kategori efektivitas sedang hingga tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilaksanakan mampu meningkatkan pemahaman tenaga pengajar farmasi secara signifikan mengenai konsep dan implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi sehingga mampu mengintegrasikan konsep pelayanan kefarmasian dalam proses pembelajaran dan mendukung terbentuknya tenaga kefarmasian yang profesional.