Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kombucha Tea as a Health Alternative in the Context of Quantum Entanglement in the Era of the COVID-19 Pandemic in the Pharmaceutical Context Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslikh; Asrizal Azis; Ema Tri Wulan; Ratna Mildawati
Abdimas Paspama Vol. 2 No. 02 (2024): Abdimas Paspama, June 2024
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the midst of the COVID-19 pandemic, exploring innovative health alternatives becomes imperative. This study delves into the role of Kombucha Tea as a promising health option within the framework of quantum entanglement. Kombucha, a fermented beverage with roots in various cultures, offers a plethora of health benefits. Through community engagement efforts conducted in 2021, we aimed to raise awareness about Kombucha Tea and its significance in fostering holistic health amidst the pandemic. The socialization activities encompassed informative sessions, practical workshops, and training programs to disseminate knowledge and empower individuals regarding Kombucha Tea. These initiatives aimed to highlight the intricate relationship between individuals, their environment, and overall well-being, underpinned by the concept of quantum entanglement. The sessions provided insights into the fermentation process of Kombucha Tea, its health benefits, and practical tips for its integration into daily lifestyles. Results indicated a high level of interest among participants in Kombucha Tea as an alternative health option. The sessions fostered a deeper understanding of its health benefits, particularly in enhancing immune function and digestive health. Moreover, participants expressed enthusiasm for incorporating Kombucha Tea into their daily routines. The program's success was further evidenced by the positive feedback received from both participants and community leaders. The interactive nature of the workshops and the informative materials distributed contributed to enhancing public awareness and understanding of Kombucha Tea's potential contributions to health.
Optimalisasi Peran Pengajar Farmasi melalui Edukasi Implementasi Pelayanan Kefarmasian dalam Rangka Persiapan Kompetensi Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; M Wahyu Ariawan; Ratna Mildawati
Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner Vol. 1 No. 02 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang menuntut tenaga kefarmasian memiliki kompetensi profesional yang memadai. Tenaga pengajar farmasi memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi melalui kegiatan edukasi mengenai implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 di Gedung Adipadma II Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dalam rangka acara briefing komponen pelaksanaan Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Apoteker dengan jumlah peserta sebanyak 12 tenaga pengajar farmasi dari Universitas Kadiri dan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 62,50 pada pre-test menjadi 85,42 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 yang termasuk dalam kategori efektivitas sedang hingga tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilaksanakan mampu meningkatkan pemahaman tenaga pengajar farmasi secara signifikan mengenai konsep dan implementasi pelayanan kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pengajar farmasi sehingga mampu mengintegrasikan konsep pelayanan kefarmasian dalam proses pembelajaran dan mendukung terbentuknya tenaga kefarmasian yang profesional.