This Author published in this journals
All Journal JUQUTS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JUQUTS

Konsep Hayatuddunya dalam al-Qur’an: Analisis Tafsir Ruh al-Maani dan Perspektif Saintifik Ahmad Rizqi; Taufik Warman Mahfuzh
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 5 No. 1 (2026): JUQUTS: Journal of Ulumul Quran and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/3wbqjv06

Abstract

Kehidupan merupakan salah satu tema utama dalam Al-Qur’an yang mencerminkan keteraturan dan kebijaksanaan Ilahi dalam mencipta alam semesta. Sejumlah penelitian terdahulu telah menelaah konsep al-ḥayāh (kehidupan) dari sisi teologis dan linguistik, namun kajian yang secara mendalam mengintegrasikan tafsir klasik dengan temuan sains modern masih jarang dilakukan. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pembacaan interdisipliner yang mampu menjembatani makna wahyu dengan pemahaman ilmiah tentang sistem kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kehidupan dalam Al-Qur’an melalui analisis Tafsir Ruh al-Maani karya al-Alusi dan mengaitkannya dengan teori-teori modern dalam biologi molekuler dan fisika planet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik (mawḍū’ī) serta pendekatan tafsir saintifik. Data primer bersumber dari Ruh al-Maani, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Alusi memahami kehidupan sebagai sistem keteraturan yang diatur oleh sunatullah, dengan air, keseimbangan bumi, dan energi cahaya sebagai prasyarat keberlangsungan hidup. Penafsiran tersebut selaras dengan teori modern mengenai asal-usul dan keberlangsungan kehidupan yang menekankan peran air, stabilitas planet, dan energi matahari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ruh al-Maani menawarkan model integratif antara wahyu dan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya memperkaya studi tafsir saintifik, tetapi juga memperluas horizon epistemologi Islam dalam memahami kehidupan sebagai manifestasi keesaan dan kebijaksanaan Allah.