This Author published in this journals
All Journal PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK TEMPAT TUMBUH POROT KOLIK (Nephelium maingayi Hiern) PADA AREAL BERHUTAN DI DESA MADYA RAYA KABUPATEN MELAWI Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1714

Abstract

Porot Kolik tumbuh dan berkembang dengan baik di areal berhutan desa Madya Raya. Buahnya dimanfaatkan masyarakat, dikonsumsi atau dijadikan manisan.  Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik biotik dan abiotik tempat tumbuh pohon Porot Kolik. Pengamatan menggunakan petak tunggal berkuruan 100 m x 60 m, ditempatkan secara purposive pada area paling banyak Porot Kolik. Hasil penelitian disimpulkan (1) Ditemukan 8 jenis tumbuhan bawah, 16 jenis  tingkat semai, 11 jenis  pancang, 10 jenis tiang dan 10 jenis pohon; (2). Jenis-jenis yang ditemukan adalah Gleichenella pectinata, Smilax anceps, Vitis labrusca, Alpinia purpurata, Lindsaea ensifoli, Spathoglottis plicata, Cnestis polyphylla, Archidendron clypearia, Ryania speciosa, Aporosa benthamiana, Artocarpus elasticus, Macaranga tanarius, Guarea corticosa, Cedrela fissilis, Flacourtia jangomas, Faramea occidentalis, Litsea elliptica, Spathodea campanulata, Magnolia champaca, Durio dulcis, Gluta wallichii, Syzygium ecostulatum, Derris elliptica, Microcos coriacea, Lecythis idatimon, Polyscias diversifolia, Lithocardium sprucei, Torminalis glaberrima, Alibertia edulis, Ficus lutea, Dendrobangia boliviana,  Tapirira guianensis, Ocotea canaliculata, Dipterocarpus sublamellatus, Protium stevensonii, Pourouma guianensis, Tessmannia Africana, Heisteria parvifolia, Litsea umbellata, Cecropia obtusa and Chaunochiton kappleri;  dan (3). Tanah mengandung C-Organik 4,81%, N-Total 0,07% dan pH H2O 4,48. Tekstur Liat 25,64%, Debu  13,86%, Pasir Halus 51,37% dan Pasir Kasar 9,13%. Suhu udara  25,5 oC -25,7 oC dan intensitas cahaya 648,75 Lux. Di alam Pohon Porot Kolik masuk critically endangered, memiliki resiko kepunahan dalam  waktu dekat. Oleh karena itu, perlu dukungan dan komitmen pemerintah bersama kelembagaan desa untuk menjamin kelestariannya.
UJI PERTUMBUHAN ANAKAN KERANTIK (Lepisanthes alata) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA Muhammad Kurniawan Candra; Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1728

Abstract

Pohon Kerantik (Lepisanthes alata) salah satu buah hutan tropis Kalimantan, mulai sulit ditemukan, buahnya dapat dikonsumsi dan juga berkhasiat untuk pengobatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK Mutiara yang terbaik dalam memacu pertumbuhan anakan Kerantik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan tunggal pupuk NPK Mutiara, terdiri atas 6 taraf perlakuan yaitu, Tanpa pupuk NPK Mutiara (N0), NPK Mutiara 30 gram per anakan (N1), NPK Mutiara 40 gram per anakan (N2), NPK Mutiara 50 gram per anakan (N3), NPK Mutiara 60 gram per anakan (N4), dan NPK Mutiara 70 gram per anakan (N5). Pengelompokkan didasarkan atas tinggi anakan, kelompok I tinggi anakan 15-<20 cm, kelompok II tinggi anakan 20-<25 cm dan kelompok III tinggi anakan 25-<30 cm. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Pemberian pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Kerantik. (2) Dosis pupuk NPK Mutiara sebanyak 30 gram per anakan (N2) adalah yang terbaik, yaitu mampu meningkatkan pertambahan tinggi anakan Kerantik rerata sebesar 2,75 cm dan pertambahan jumlah daun rerata sebanyak 3,25 helai. Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk melihat pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan anakan Kerantik yaitu dengan dosis yang lebih kecil dari 30 gram per anakan dan menambah lamanya waktu penelitian, sehingga didapatkan kesimpulan yang lebih komfrehensip
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN TEMBESU (Fagraea fragrans Roxb) Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v22i1.1915

Abstract

Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) adalah jenis pohon yang penting secara ekonomi dan ekologi, namun mulai langka di Kabupaten Sintang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK yang terbaik dalam memacu pertumbuhan anakan Tembesu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan tunggal pupuk NPK, terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu,  Tanpa pupuk NPK (N0), NPK 1,50 gram per anakan (N1), NPK 3,0 gram per anakan (N2) dan NPK 4,50 gram per anakan (N3). Rancangan ini dipilih karena tinggi dan jumlah daun anakan Tembesu relative seragam, dengan tinggi anakan 12-13 cm dan daun berjumlah 5-6 helaI. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Tembesu; (2). Pemberian pupuk NPK sebanyak 3 gram per anakan (N2) adalah perlakuan yang terbaik dibandingkan dengan seluruh perlakuan lainnya dalam memacu pertumbuhan daun anakan Tembesu, yaitu sebanyak 3 helai; dan (3)  Pemberian pupuk NPK sebanyak 1,5 gram per anakan (N1) adalah perlakuan yang terbaik dibandingkan dengan seluruh perlakuan lainnya dalam memacu pertumbuhan tinggi anakan Tembesu, yaitu   dengan pertambahan tinggi rerata sebesar 2,50 cm dan. Perlu dilakukan kajian yang mendalam yaitu dengan menambah waktu penelitian, agar didapatkan kesimpulan yang lebih utuh dan menyeluruh.