Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara Sebagai Sumber Belajar Fisika Hiwauna, Cresia Kartina; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Muslimin, Muslimin; Gustina, Gustina; Paramita, Ielda; N. Laratu, Wahyuni
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar fisika menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada 2 Tokoh Adat, 2 Masyarakat, dan 5 Guru IPA/Fisika, serta dokumentasi. Penelitian berfokus pada unsur budaya lokal seperti alat musik tradisional (gendang/kanda dan suling/tulali), tarian daerah (tarian dondi), dan rumah adat (Sou tambi), yang dikaji berdasarkan kesesuaian nilai etnosains terhadap konsep IPA SMP dan Fisika SMA. Hasil penelitian kesesuaian etnosains dengan konsep fisika SMA/IPA SMP menunjukkan unsur budaya lokal berkaitan langsung dengan konsep getaran dan gelombang, resonansi, gaya dan gerak, Hukum Newton, Hukum Hooke Dan Elastisitas, Prinsip Bernoulli, tekanan serta perpindahan kalor. Berdasarkan penilaian tingkat potensi etnosains Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar Fisika SMA/IPA SMP meliputi kriteria: relevansi kontekstual, keterkaitan dengan konsep fisika SMA/IPA SMP, nilai edukatif, ketersediaan dan keterjangkauan, kesesuaian kurikulum, serta potensi pengembangan media/modul menunjukkan budaya lokal masyarakat Lore Utara memperoleh rentang skor rata-rata 8,75-10,75 dengan tingkat Berpotensi-Sangat Berpotensi. Sehingga, budaya lokal masyarakat Lore Utara berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep fisika, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, peningkatan kualitas pendidikan berbasis lingkungan serta karakter lokal.