Ryan Ardiyansyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Bahasa Indonesia Sebagai Alat Diplomasi Event Olahraga Internasional Fattah, Fitrah Mustofa Abdul; Sendi Perdiyansah; Ryan Ardiyansyah; Muhamad Lutfi Sodhry; Indra Lesmana; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.3423

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat diplomasi budaya, khususnya melalui event olahraga internasional yang melibatkan banyak negara. Sebagai bahasa resmi dalam berbagai kompetisi seperti Asian Games, SEA Games, dan event olahraga multilateral lainnya, Bahasa Indonesia berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada komunitas global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Bahasa Indonesia dalam membangun citra positif Indonesia, mendukung hubungan diplomatik, serta mempromosikan nilai-nilai budaya nasional melalui olahraga. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, wawancara dengan pejabat olahraga, serta analisis terhadap dokumentasi resmi dari event internasional, penelitian ini menemukan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara efektif dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari pengumuman resmi, penyambutan delegasi, hingga upacara pembukaan dan penutupan. Selain itu, penerapan Bahasa Indonesia dalam interaksi lintas budaya menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi alat diplomasi yang mempererat hubungan antarbangsa. Contoh konkret terlihat pada Asian Games 2018, di mana penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi resmi mencerminkan keramahan, profesionalisme, dan semangat inklusivitas yang dimiliki Indonesia. Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan, seperti kurangnya penerjemah profesional dan penguasaan Bahasa Indonesia oleh peserta asing, yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi. Temuan ini menegaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai aset diplomasi budaya yang perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam event olahraga internasional. Untuk memaksimalkan potensinya, direkomendasikan adanya pelatihan khusus bagi panitia lokal, promosi bahasa melalui media global, serta kolaborasi dengan lembaga internasional untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang mampu meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional.