Laelasari, Iseu
Department Of Biology Education, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Implementation of Technology-based Outdoor Learning Model in Science Subject (Plant Diversity) Iseu Laelasari
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7 No 1 (2021): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan PGMI FTIK IAIN Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.631 KB) | DOI: 10.32332/ejipd.v7i1.2308

Abstract

This study aimed to analyze the implementation of online learning strategies with technology-based outdoor learning models in science learning particularly in the unit of plant diversity in the environment for students MI NU Nurul Haq Prambatan, Kudus 4th class. Researchers used descriptive qualitative methods with research samples of class 4 teachers, 20 students and students’. Data collection was carried out through in-depth interviews and online questionnaires through Google form. The results show that the implementation of online learning strategies with technology-based outdoor learning was considered effective, flexible, easy to apply and provides benefits in enrich new insight or knowledge, reducing boredom and adding variety of methods in online learning in science learning. The implementation of technology-based outdoor learning in science learning by using plant identification applications can increase the knowledge of students, especially the scientific names of plants found in the yard, fields, gardens or on the side of the road in the home environment of each student. In addition, the activeness and participation of students in completing tasks appears to be higher when compared to online learning through regular assignments. Communication was well established between teachers, students, and parents during learning with the outdoor learning strategy.
Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium bioteknologi Iseu Laelasari; Bambang Supriatno
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.961 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10592

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga komponen utama dalam desain kegiatan laboratorium bioteknologi yakni tujuan, proses dan pertanyaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi terhadap desain kegiatan laboratorium tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil 10 sampel desain kegiatan laboratorium yang terdapat di sepuluh SMA Negeri di kota Bandung. Peneliti mengembangkan instrument berupa tabel deskriptif yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara komponen tujuan, proses dan pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum secara keseluruhan mengarah pada kategori meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan dasar. Hanya 20% tujuan praktikum mengacu pada indikator hasil penjabaran Kompetensi Dasar, tergambar dalam langkah kerja dan dapat dicapai setelah melakukan kegiatan laboratorium, 20% proses sesuai dengan tujuan, berstruktur logis, sistematis, serta tepat dalam menghasilkan data, dan temuan mengungkap hanya 39,28% pertanyaan yang bersesuaian dengan tujuan dan proses. Sisanya bermasalah terutama dalam hal tidak tergambarnya tujuan dalam langkah kerja, tidak dapat dicapainya tujuan, proses tidak mengacu pada tujuan, tidak logis, dan juga tidak sistematis, tidak menghasilkan data yang diharapkan, serta tidak mengacunya pertanyaan pada tujuan ataupun proses. Hasil tersebut merupakan temuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruski terhadap desain kegiatan laboratorium bioteknologi.Analysis of the components of the design of biotechnology laboratory activities. The aims of this study was to describe the components of objectives, processes, and questions in Biotechnology lab activities design that can used as a basis for reconstruction it. Sample was taken purposively by taking 10 samples of lab activities design in 10 SMA Negeri in Bandung. Researchers developed descriptive table as instrument that used to analyze the interrelations between objective, process and questions. The results show that overall lab objectives leads to category of developing basic skills and improving understanding of subject matter. There are only 20% of objectives which refer to Basic Competence outcome indicator, illustrated in activity step, and can be achieved after lab activities, 20% of process refers to objectives, systematic and logical structure, and can produce correct data, and only 39,28% of questions refer to objectives and processes. The rest is problematic especially in event that objectives are not illustrated in activity steps, objectives can not be achieved, process is not referring to objectives, not systematic and illogical, and does not produce expected data, question does not refer to objectives or process. These results are findings can be used as a basic for reconstruction lab activities design of biotechnology.
Cukupkah Pembelajaran Biologi Menumbuhkan Pengetahuan dan Sikap Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja? Iseu Laelasari; Haqimatul Lubab
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v9i2.19143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap peduli kesehatan reproduksi yang tumbuh melalui pembelajaran biologi khususnya pembelajaran sistem reproduksi menurut perspektif siswa. Peneliti menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan sample sebanyak 98 siswa SMA kelas XI yang berasal dari 3 SMA di Kudus yang dipilih secara random.  Pengumpulan data menggunakan instrumen utama berupa tes dan questionnaire yang disebarkan secara online melalui Google form serta diperkuat dengan teknik in-depth interview. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran biologi dipandang sudah baik dalam memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengetahuan tentang materi sistem dan kesehatan reproduksi dengan rerata skor 79,58, namun belum cukup maksimal untuk menumbuhkan sikap peduli kesehatan reproduksi remaja dengan rerata 62.82. Implikasi hasil penelitian dalam pendidikan berupa pentingnya dilakukan integrasi pendidikan kesehatan reproduksi remaja dalam kurikulum sekolah. Guru perlu memberikan penguatan dan arahan secara berkesinambungan kepada siswa melalui pembelajaran tidak hanya dalam pembelajaran biologi, tetapi juga berkolaborasi dengan mata pelajaran lainnya dalam upaya untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kesehatan reproduksi, disamping memberikan penguatan dan pemahaman materi.