Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negosiasi Maskulinitas Hegemonik dalam Ruang Domestik Karakter Moko Pada Film 1 Kakak 7 Ponakan: Perspektif Raewyn Connell Senada Sitompul, Monalisa; Aisyah Rizkiah Nasution; Emya Gita Caroline; Tomy Arianto
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.9911

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada pergeseran stereotip maskulinitas tradisional yang dulu menempatkan laki‑laki sebagai figur dominan di ruang publik, kini beralih kepada peran aktif di lingkungan rumah. Tujuan studi ini adalah mengkaji cara maskulinitas hegemonik dinegosiasikan oleh karakter Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan melalui kerangka maskulinitas Raewyn Connell. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sudut pandang sosiologi sastra. Data berupa teks dan rekaman audiovisual diperoleh lewat kajian literatur serta teknik observasi dan pencatatan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Temuan menunjukkan bahwa Moko, mewakili generasi sandwich kelas menengah‑bawah, mengalami maskulinitas yang terkompromi karena tekanan struktural ekonomi. Ruang domestik menjadi medan negosiasi di mana Moko membangun konstruksi maskulinitas hegemonik yang alternatif. Ia tidak sepenuhnya mematuhi standar dominasi tradisional; justru Moko menegakkan nilai tanggung jawab dan kepemimpinan secara lebih fleksibel, empatik, dan relasional dalam peran pengasuhan. Kesimpulannya, peran laki‑laki di ranah rumah bukanlah penurunan identitas maskulin, melainkan bentuk transformasi dan adaptasi terhadap dinamika sosial kontemporer.