Penelitian ini berlandaskan pada pergeseran stereotip maskulinitas tradisional yang dulu menempatkan laki‑laki sebagai figur dominan di ruang publik, kini beralih kepada peran aktif di lingkungan rumah. Tujuan studi ini adalah mengkaji cara maskulinitas hegemonik dinegosiasikan oleh karakter Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan melalui kerangka maskulinitas Raewyn Connell. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sudut pandang sosiologi sastra. Data berupa teks dan rekaman audiovisual diperoleh lewat kajian literatur serta teknik observasi dan pencatatan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Temuan menunjukkan bahwa Moko, mewakili generasi sandwich kelas menengah‑bawah, mengalami maskulinitas yang terkompromi karena tekanan struktural ekonomi. Ruang domestik menjadi medan negosiasi di mana Moko membangun konstruksi maskulinitas hegemonik yang alternatif. Ia tidak sepenuhnya mematuhi standar dominasi tradisional; justru Moko menegakkan nilai tanggung jawab dan kepemimpinan secara lebih fleksibel, empatik, dan relasional dalam peran pengasuhan. Kesimpulannya, peran laki‑laki di ranah rumah bukanlah penurunan identitas maskulin, melainkan bentuk transformasi dan adaptasi terhadap dinamika sosial kontemporer.
Copyrights © 2026