Pendahuluan. Kulit buah kakao merupakan limbah perkebunan yang dihasilkan dalam jumlah besar dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah pengolahan menjadi asap cair melalui proses pirolisis yang dilanjutkan dengan destilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lama waktu proses serta rendemen asap cair kulit buah kakao grade 2. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga November 2025 di Laboratorium Lapang dan Laboratorium Bioenergi Politeknik Negeri Jember dengan metode deskriptif kuantitatif dan tiga kali ulangan. Proses pirolisis dilakukan pada suhu 300–400°C untuk menghasilkan asap cair grade 3, yang selanjutnya dilakukan pemurnian melalui destilasi pada suhu 104–150°C untuk mnghasilkan asap cair grade 2. Parameter yang diamati meliputi durasi destilasi dan rendemen asap cair grade 2. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu destilasi asap cair kulit buah kakao grade 2 sebesar 81,33 menit dengan rendemen mencapai 82,33%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa proses destilasi secara efektif dalam mempertahankan fraksi volatil hasil pirolisis, meskipun terjadi penurunan rendemen akibat pemisahan komponen berat. Selain itu, asap cair grade 2 yang dihasilkan mengandung senyawa aktif seperti asam organik dan fenol yang berkontribusi terhadap aktivitas antimikroba dan insektisida alami. Oleh karena itu, asap cair grade 2 memiliki potensi sebagai pestisida nabati (biopestisida) dalam pengendalian hama dan penyakit tehadap tanaman, serta sebagai pengawet non pangan karena kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan. Simpulan. Proses destilasi asap cair kulit buah kakao grade 2 menghasilkan lama waktu destilasi rata-rata sebesar 81,33 menit dengan rendemen rata-rata sebesar 82,33%. Kulit buah kakao memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan asap cair grade 2 srta pemanfaatan limbah perkebunan secara berkelanjutan.