Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Interprofessional Education (IPE) ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dan masyarakat terkait anemia serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) di Posyandu Mekar Arum 1, Kelurahan Kudu RW 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan pretest–posttest pada edukasi farmasi, disertai pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan individual. Subjek kegiatan meliputi ibu hamil dan masyarakat yang mengikuti edukasi anemia dan DAGUSIBU. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai anemia dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah sebelum intervensi. Namun, pemahaman terkait aspek penyimpanan dan pembuangan obat masih tergolong rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa edukasi berfungsi sebagai penguatan pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi farmasi berkelanjutan yang lebih aplikatif untuk meningkatkan literasi obat masyarakat. Kata kunci: anemia; DAGUSIBU; edukasi farmasi; ibu hamil; pengabdian masyarakat. Abstract This community service activity based on Interprofessional Education (IPE) aimed to analyze the level of knowledge among pregnant women and the community regarding anemia and the application of the DAGUSIBU principles (Get, Use, Store, and Dispose of medicines properly) at Mekar Arum 1 Integrated Health Post, Kudu RW 1 Semarang. A descriptive design with a pretest–posttest approach was employed in pharmaceutical education, accompanied by health examinations and individual counseling. Participants included pregnant women and community members involved in anemia and DAGUSIBU education. The results indicated that most participants already possessed adequate baseline knowledge regarding anemia and compliance with iron supplementation prior to the intervention. However, knowledge related to proper medicine storage and disposal remained limited. Wilcoxon test results revealed no statistically significant difference between pretest and posttest scores, suggesting that the intervention primarily served as knowledge reinforcement. Therefore, continuous and practical pharmaceutical education is necessary to enhance community medicine literacy. Keywords: anemia; DAGUSIBU; pharmaceutical education; pregnant women; community service.