Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persimpangan antara Kecemasan, Panik, dan Depresi: Laporan Kasus Gangguan Kecemasan Menyeluruh Iftitah Niza Apandi; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.225

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental dengan prevalensi tinggi, khususnya pada remaja dan dewasa muda, dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD) sebagai salah satu bentuk yang sering muncul dan kerap disertai gejala somatik sehingga menyulitkan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis GAD dengan dominasi gejala somatik serta mengidentifikasi peran faktor psikososial dalam perjalanan penyakit. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 20 tahun di Poli Psikiatri RS Muhammadiyah Lamongan, dengan pengumpulan data melalui anamnesis, observasi klinis, serta telaah rekam medis dan pemeriksaan penunjang. Hasil menununjukkan bahwa Kasus GAD dengan dominasi gejala somatik (sesak napas, tremor, nyeri dada) tanpa kelainan organik, dikenal sebagai somatic manifestation of anxiety. Gejala menetap >2 tahun disertai overthinking, gangguan tidur, dan penurunan fungsi sosial memenuhi kriteria DSM-5-TR. Diagnosis banding Panic Disorder dan Major Depressive Disorder kurang mendukung karena tidak ditemukan pola serangan panik episodik maupun depresi berat persisten. Faktor psikososial, distorsi kognitif, dan aktivasi simpatis berperan pada munculnya gejala. Pendekatan biopsikososial dengan kombinasi farmakoterapi dan CBT menjadi tatalaksana utama. Kesimpulan: Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan biopsikososial pada pasien yang menunjukkan gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan. Pengenalan dini gangguan kecemasan umum (GAD) sangat penting untuk menghindari investigasi yang tidak perlu dan meningkatkan hasil pengobatan pasien.