Era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, konsumtivisme, hedonisme, dan globalisasi nilai-nilai, telah menyebabkan melemahnya orientasi spiritual dan moral generasi muda. Berbagai studi melaporkan gejala degradasi moral, seperti meningkatnya individualisme, perilaku menyimpang di kalangan remaja, terbukanya akses terhadap konten negatif, dan krisis kejujuran serta integritas di lingkungan pendidikan dan profesional. Fenomena ini digambarkan sebagai krisis moral struktural yang terkait dengan paradigma pendidikan yang lebih menekankan capaian kognitif dan kompetensi instrumental dibandingkan dengan pembinaan jiwa dan karakter. Dalam konteks pendidikan Islam, banyak kajian yang menekankan bahwa pendidikan karakter tidak akan efektif tanpa dasar etika spiritual dan pembinaan batin (tazkiyatun nafs). Dalam hal ini, tasawwuf akhlaqi, dimensi tasawuf yang berfokus pada pensucian jiwa, pembentukan akhlak, dan pengendalian diri, dipandang sebagai kerangka konseptual dan praktis yang relevan untuk mengatasi krisis moral kontemporer. Salah satu konsep kunci dalam tasawwuf akhlaqi adalah zuhud, yang dalam konteks modern dipandang sebagai solusi terhadap ekses moral seperti materialisme dan konsumerisme. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan secara sistematis landasan teoretis tasawwuf akhlaqi, konsep zuhud, dan kaitannya dengan pendidikan Islam serta pendidikan karakter. Artikel ini juga membahas bagaimana konsep zuhud dapat direkonstruksi dan diaktualisasikan sebagai solusi etis untuk menghadapi krisis moral di masyarakat modern, serta bagaimana implementasinya dalam praktik pendidikan Islam kontemporer.