Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Artificial Intelligence on Education in Indonesia: A Systematic Literature Review of Applications, Challenges, and Future Development Directions Tarani, Muhammad Natsir; Ali, Mohamad; Wachidi, Wachidi; Mukti, Oscharil Aji
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has become a transformative force in education globally, including in Indonesia, by offering solutions to improve teaching, learning, and education management. This study aims to provide a comprehensive overview of the application of AI in Indonesian education through the Systematic Literature Review (SLR) approach combined with bibliometric analysis. This study identifies the various applications of AI used in Indonesian education, the challenges faced in their implementation, and the direction of research and policy development that can strengthen the integration of AI in the education sector. Based on an analysis of 74 articles published between 2022 and 2026, key findings show that generative AI, such as ChatGPT, is becoming one of the most widely applied technologies in higher education, particularly in language learning and academic writing. The main challenges faced are infrastructure gaps, the digital readiness of teachers, and policies that are not comprehensive. Future research is suggested to focus on national policy development, practice-based training for teachers, and the development of more adaptive and inclusive AI technologies. This study provides important insights for policymakers and education practitioners in designing more effective AI adoption strategies in Indonesia.
Tasawwuf Akhlaqi dalam Pendidikan: Mengaktualisasikan Konsep Zuhud sebagai Solusi Etis dalam Menghadapi Krisis Moral di Era Modern Tarani, Muhammad Natsir; M Shobarin Syakur; Mutohharun jinan
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v27i1.33470

Abstract

Era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, konsumtivisme, hedonisme, dan globalisasi nilai-nilai, telah menyebabkan melemahnya orientasi spiritual dan moral generasi muda. Berbagai studi melaporkan gejala degradasi moral, seperti meningkatnya individualisme, perilaku menyimpang di kalangan remaja, terbukanya akses terhadap konten negatif, dan krisis kejujuran serta integritas di lingkungan pendidikan dan profesional. Fenomena ini digambarkan sebagai krisis moral struktural yang terkait dengan paradigma pendidikan yang lebih menekankan capaian kognitif dan kompetensi instrumental dibandingkan dengan pembinaan jiwa dan karakter. Dalam konteks pendidikan Islam, banyak kajian yang menekankan bahwa pendidikan karakter tidak akan efektif tanpa dasar etika spiritual dan pembinaan batin (tazkiyatun nafs). Dalam hal ini, tasawwuf akhlaqi, dimensi tasawuf yang berfokus pada pensucian jiwa, pembentukan akhlak, dan pengendalian diri, dipandang sebagai kerangka konseptual dan praktis yang relevan untuk mengatasi krisis moral kontemporer. Salah satu konsep kunci dalam tasawwuf akhlaqi adalah zuhud, yang dalam konteks modern dipandang sebagai solusi terhadap ekses moral seperti materialisme dan konsumerisme. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan secara sistematis landasan teoretis tasawwuf akhlaqi, konsep zuhud, dan kaitannya dengan pendidikan Islam serta pendidikan karakter. Artikel ini juga membahas bagaimana konsep zuhud dapat direkonstruksi dan diaktualisasikan sebagai solusi etis untuk menghadapi krisis moral di masyarakat modern, serta bagaimana implementasinya dalam praktik pendidikan Islam kontemporer.