Maharani, Dhea Syanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN JOYFUL LEARNING DI KELAS INKLUSI MIMA 02 JOMBANG Maharani, Dhea Syanti; Balqis, Rizqiyah Ratu
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2026): April
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i4.82781

Abstract

Pendidikan inklusi menuntut strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), salah satunya melalui pendekatan joyful learning yang menekankan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan tidak menimbulkan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan pembelajaran joyful learning di kelas inklusi MIMA 02 Jombang, respons siswa ABK terhadap pembelajaran tersebut, serta hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan subjek penelitian Guru Pendamping Khusus (GPK) dan siswa ABK. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi joyful learning diterapkan melalui aktivitas sederhana seperti bernyanyi, ice breaking, tepuk ritmis, dan gerakan bermakna yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa ABK, dengan mengacu pada kurikulum nasional yang dimodifikasi dalam bentuk Program Pembelajaran Individual (PPI) sehingga pembelajaran tidak diseragamkan dan lebih menekankan pada proses perkembangan siswa. Respons siswa ABK terhadap pembelajaran menunjukkan variasi sesuai dengan jenis dan tingkat hambatan yang dialami, namun secara umum pembelajaran joyful learning mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Adapun hambatan yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan siswa, kebutuhan adaptasi bahasa dan materi pembelajaran, serta keterbatasan media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan joyful learning secara optimal.