Rendahnya karakter percaya diri siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran di madrasah ibtidaiyah, yang ditandai dengan kurangnya keberanian menyampaikan pendapat, minimnya komunikasi aktif, serta ketergantungan siswa dalam aktivitas kelompok. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada siswa di MI Muhammadiyah Daun, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Outbound Gaming Learning dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa di MI Muhammadiyah Daun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik Random sampling atau pengambilan sample acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur karakter percaya diri, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test, serta analisis deskriptif untuk menentukan kategori tingkat percaya diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest karakter percaya diri siswa sebesar 30,00 dengan standar deviasi 2,924, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 33,30 dengan standar deviasi 3,466. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Selain itu, hasil kategorisasi menunjukkan pergeseran tingkat percaya diri siswa dari kategori rendah–sedang pada pretest menjadi sedang–tinggi pada posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Outbound Gaming Learning efektif dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa.